Serangan Israel ke Iran, Jadi Sentimen Negatif Rupiah
- 13 Jun 2025 10:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah dibuka melemah dalam perdagangan hari ini. Serangan Israel Zionis ke Iran pagi ini diperkirakan akan mendorong pelemahan rupiah.
"Serangan Israel ke Iran pagi ini bisa membalikan sentimen. Dolar AS bakal menguat karena kekhawatiran pasar terhadap konflik yang bisa mengganggu ekonomi global," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra, Jumat (13/6/2025).
Baca Juga: Perundingan Dagang AS-Tiongkok ‘Selesai’ , Rupiah Lanjut Menguat
BI: Keyakinan Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Masih Terjaga
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 0,15 persen menjadi Rp16.267 per dolar AS. Sementara pada Kamis kemarin, nilai tukar rupiah menguat dan berada di posisi Rp16.242 per dolar AS.
"Pergerakan rupiah terhadap dolar AS kemungkinan masih akan tertahan di kisaran Rp16.200-16.300 hari ini. Dolar AS sendiri masih tertekan karena hasil data inflasi konsumen AS bulan Mei yang di bawah ekspektasi pasar," ujar Ariston.
Data inflasi itu membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga Bank Sentral AS. Di sisi lain, belum ada kemajuan negosiasi tarif AS dan Tiongkok juga memicu kekhawatiran pasar.
"Pelaku pasar tidak 'all out' masuk ke aset berisiko. Sehingga pelemahan dollar AS bisa tertahan," kata Ariston menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....