The Fed Pertahankan Suku Bunga, Rupiah Menguat jelang Jeda Siang

  • 30 Jul 2026 12:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Hingga jeda siang, Kamis 30 Juli 2026, rupiah berada pada posisi Rp18.065 per dolar AS, naik tipis 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sehari sebelumnya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis 30 Juli 2026. Menurut Bloomberg, hingga jeda siang rupiah berada pada posisi Rp18.065 per dolar AS atau naik tipis 0,04 persen.

Rupiah sedikit menguat seiring pergerakan indeks dolar AS yang juga melemah meninggalkan level 101. Indeks dolar AS terpantau turun ke level 100,91 dipengaruhi pengumuman The Fed yang mempertahankan suku bunga.

Pada Rabu 29 Juli 2026, rupiah ditutup naik tipis 0,06 persen ke posisi Rp18.073 per dolar AS. Analis pasar uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, memprakirakan nilai tukar rupiah akan menguat tipis ke rentang Rp18.050 per dolar AS.

Menurut dia, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga meredakan kekhawatiran pasar akan kenaikan yang lebih tinggi. “Setelah The Fed, pasar sekarang menunggu kebijakan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB),”ujarnya, Kamis, 30 Juli 2026.

Pasar berekspektasi kenaikan suku bunga ECB sebesar 25 basis poin (bps). Berbeda dengan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuannya pada posisi 3,75 persen.

Fikri juga mencermati peningkatan kredit konsumsi di Inggris serta menurunnya permintaan perumahan di AS. “Pada saat yang sama, pasar mengkhawatirkan meningkatnya tensi di Selat Hormuz dan meluas ke kawasan Laut Merah,” ucapnya.

Di dalam negeri, pasar masih mencermati pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia (BI). Sejumlah nama sudah beredar sebagai pengganti Perry Warjiyo yang mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI.

Analis pasar uang Mirae Asset Sekuritas, Jessica Tasijawa, mengatakan volatilitas nilai tukar rupiah masih tinggi. Menurut dia, BI sudah melakukan intervensi di pasar valas dan upaya lainnya untuk menarik aliran masuk modal asing.

“Ke depan diperkirakan rupiah masih akan bergerak volatil di tengah ketidakpastian eksternal yang berlanjut,” ujarnya. Jessica memperkirakan intervensi BI dan daya tarik imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) dapat membatasi tekanan pelemahan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....