IHSG Ditutup Turun, Terseret Penurunan Harga Saham

  • 12 Jun 2025 20:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (12/6/2025). Dari pantauan di Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG turun 0,25 persen atau 18 poin ke level 7.204.

Harga 311 saham mengalami penurunan, 272 saham naik, dan 223 saham stagnan. "Saham sektor bahan baku, teknologi, dan energi turun paling dalam dan menjadi pendorong menurunnya IHSG,” kata Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia, Kamis.

Saham sektor bahan baku mengalami penurunan hingga -5,92 poin dan saham sektor teknologi turun -3,80 poin. Sementara, saham sektor energi mengalami penurunan -1,92 poin.

Baca Juga:

IHSG Berpeluang Naik Lagi setelah Anjlok

Perundingan Dagang AS-Tiongkok ‘Selesai’ , Rupiah Lanjut Menguat

BI: Keyakinan Konsumen terhadap Kondisi Ekonomi Masih Terjaga

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 29,46 miliar lembar saham dengan frekuensi perdagangan sebanyak 1.415.015 kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp13,57 triliun dan kapitalisasi pasar modal menjadi Rp12.573 ,94 triliun.

Menurut Tim Analis Phillip Sekuritas, IHSG melemah di tengah penguatan indeks saham di kawasan Asia hari ini. Para investor menyambut positif kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Hal ini memicu harapan bahwa kedua negara adikuasa ekonomi itu akhirnya mencapai kesepakatan tarif yang lebih luas. Selain itu, ketegangan dagang juga jadi mereda,” ujar Tim Phillip Sekuritas.

Di sisi lain, pembicaraan dagang antara AS dan Tiongkok membuat Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Bank Dunia memperkirakan perekonomian dunia tahun ini hanya tumbuh 2,3 persen, menjadi yang terendah dalam 17 tahun terakhir.

Sebelumnya, Bank Dunia memperkirakan perekonomian global tumbuh 2,7 persen. Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi dilakukan karena adanya friksi perdagangan dan ketidakpastian kebijakan.

Bank Dunia juga memperkirakan perekonomian AS hanya akan tumbuh 0,25 persen tahun ini. Pertumbuhannya melambat dibandingkan dengan 2,8 persen pada tahun lalu.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....