Perundingan Dagang AS-Tiongkok ‘Selesai’ , Rupiah Lanjut Menguat

  • 12 Jun 2025 16:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih menguat terhadap dolar AS dalam penutupan perdagangan hari ini. Mengacu pada data Bloomberg, rupiah naik 0,11 persen atau 17 poin menjadi Rp16.242 per dolar AS.

Penguatan rupiah ditopang hasil perundingan dagang AS-Tiongkok yang dianggap ‘telah selesai’ dengan tercapainya kerangka kerja perdagangan. “Namun kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden Trump dan Presiden Xi Jinping,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi dalam analisisnya, Kamis (12/6/2025).

Dalam kerangka kerja tersebut, AS memberikan lisensi ekspor mineral tanah jarang dan magnet dari Tiongkok. AS juga mengizinkan akses berkelanjutan bagi pelajar dari Tiongkok.

Di medsosnya, Trump menulis bahwa AS mempertahankan tarif impor 55 persen terhadap Tiongkok. Sedangkan Tiongkok mengenakan tarif 10 persen terhadap impor dari AS.

“Trump juga mengatakan akan menulis surat pada mitra dagangnya jelang batas waktu penundaan yang berakhir 9 Juli 2025. Trump menawarkan ‘terima atau tinggalkan’ terhadap tarif yang dikenakannya,” kata Ibrahim.

Sementara itu, konflik antara AS-Iran-Israel terkait pengembangan nuklir Iran, kian tajam. Proxy AS-Israel mengancam Iran, dan Iran mengancam balik karena tidak tercapai kesepakatan dalam perundingan nuklir itu.

Sementara dari dalam negeri, Ibrahim mencermati hasil survei konsumen Bank Indonesia yang dirilis hari ini. Survei dilakukan terhadap 4.600 responden di 18 kota di Indonesia.

“Survei ini memberikan informasi mengenai konsumsi rumah tangga, ekspektasi inflasi dan kondisi keuangan rumah tangga. Dari hasil survei tersebut, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Mei 2025 masih di level optimis sebesar 117,5,” ucap Ibrahim.

IKK bulan Mei, menurun dibandingkan IKK bulan Apri yang sebesar 121,7. IKK sendiri menggambarkan tingkat keyakinan konsumen pada kondisi perekonomian saat ini dan ekspektasinya ke depan.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....