IHSG Masih Fluktuatif Dibayangi Aliran Keluar Modal Asing

  • 16 Apr 2025 11:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia masih dinamis terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif. Pagi Ini, IHSG dibuka di zona hijau, tak lama kemudian berbalik arah ke zona merah, kemudian naik lagi ke zona hijau.

Data RTI Business menunjukkan pada pukul 10.00 WIB, IHSG naik ke level 6.469. "IHSG hari ini berpotensi kembali terkoreksi sepanjang gagal menembus level 6.500," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (16/5/2025).

Baca Juga: Rupiah Berisiko Melemah Lagi Dipicu Kekhawatiran Pasar

Baca Juga: IHSG Naik 1,15 Persen Meski Aksi Jual Saham Berlanjut

Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, IHSG menguat signifikan 1,15 persen atau 73 poin ke level 6.441. Tetapi masih terjadi aliran keluar modal asing yang cukup deras dari pasar modal Indonesia

BNI Sekuritas mencatat terjadi net sell asing (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp302 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBNI, BMRI, ITMG, BBRI, dan GOTO.

Sementara Tim Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat aliran keluar modal asing sepanjang April 2025 sebesar Rp10,7 triliun.

Di pasar Surat Berharga Negara (SBN), investor asing telah mencatatkan aliran modal keluar sebesar Rp4,7triliun. Sehingga total outflow di saham dan SBN mencapai Rp15,5 triliun.

Sementara berdasarkan data Bank Indonesia, antara 8-10 April juga terjadi aliran keluar modal asing di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Net outflow di instrumen keuangan SRBI mencapai Rp10,5 triliun.

Tim Mirae juga mencermati pasar saham Amerika Serikat yang bergerak relatif stabil dalam beberapa hari terakhir. Namun risiko global ke depan masih cukup besar.

"Karena belum ada tanda-tanda kesepakatan AS dan Tiongkok untuk meredakan eskalasi perang dagang. Hal ini juga menyebabkan harga emas tetap bertahan tinggi pada posisi USD3.224 per troy ons," kata Tim Mirae Asset Sekuritas Indonesia.

Menurut Tim Mirae, dalam jangka pendek harga emas masih akan tetap menarik. Karenanya, saham ANTM (PT Aneka Tambang) masih menjadi saham rekomendasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....