Bertahan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen

  • 21 Jul 2026 16:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG ditutup menguat 108,24 poin atau 1,74 persen ke level 6.340,02, sekaligus menjadi posisi tertinggi hari ini.
  • Mayoritas saham menguat dengan nilai transaksi mencapai Rp21,27 triliun dan volume perdagangan 50,75 miliar lembar saham.
  • Sentimen positif didukung peringkat kredit Indonesia yang tetap di level BBB oleh S&P Global Ratings, meski pasar masih mewaspadai potensi profit taking dan risiko global.

RRI.CO.ID, Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026. IHSG berada di level 6.340,02 atau naik 108,24 poin (1,74 persen).

Sejak awal perdagangan, IHSG terus bergerak di zona hijau setelah dibuka pada level 6.273,57. Angka penutupan tersebut sekaligus menjadi posisi tertinggi indeks dalam perdagangan hari ini.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan mayoritas saham berada di zona positif. Sebanyak 421 saham menguat, 205 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp21, 27 triliun. Sementara volume perdagangan mencapai 50,75 miliar lembar saham dengan frekuensi lebih dari 2,9 juta kali transaksi.

Sebelumnya, IHSG diperkirakan masih dibayangi potensi aksi ambil untung investor di sepanjang perdagangan. Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG berpeluang menguji level resistansi pada kisaran 6.250 hingga 6.300.

“IHSG berpotensi menguji level resistansi pada 6.250-6.300. Tetapi perlu diwaspadai adanya potensi profit taking," katanya, Selasa, 21 Juli 2026.

Hal ini turut didukung aksi beli bersih investor asing senilai Rp156,57 miliar pada perdagangan sebelumnya. Saham yang paling banyak dibeli mereka di antaranya TPIA, BRPT, BBRI, BNBR, dan DEWA.

Menurut Tim Phintraco Sekuritas, pasar saham domestik masih menunjukkan kinerja positif di tengah tekanan sentimen global. Di antaranya peningkatan ketegangan geopolitik Timur Tengah serta kekhawatiran valuasi saham berbasis kecerdasan buatan.

Pasar domestik memperoleh sentimen positif setelah S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB. Lembaga pemeringkat tersebut juga mempertahankan prospek stabil terhadap perekonomian Indonesia pada penilaian terbarunya.

Tim Phintraco Sekuritas menilai keputusan tersebut meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan. Namun, mereka tetap mewaspadai kenaikan harga minyak yang berpotensi mendongkrak dolar Amerika Serikat dan suku bunga The Fed.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....