Rupiah Berbalik Melemah jelang Pengumuman Suku Bunga Acuan BI
- 22 Jul 2026 09:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nilai tukar rupiah turun 0,23 persen ke posisi Rp17.930 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu 22 Juli 2026.
- Para analis berpendapat pergerakan rupiah akan tergantung dari hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).
RRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah berbalik melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Mengacu data Bloomberg pukul 09.10 WIB, rupiah dibuka turun 0,23 persen ke posisi Rp17.930 per dolar AS.
Sehari sebelumnya, rupiah ditutup naik 0,33 persen ke posisi Rp17.888 per dolar AS. Para analis berpendapat pergerakan rupiah akan tergantung dari hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), Rabu 22 Juli 2026.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah tensi geopolitik yang masih tinggi di Timur Tengah," kata analis pasar uang dari Doo Financial Figures, Lukman Leong. Menurut dia, tensi geopolitik yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia juga mendongkrak kenaikan indeks dolar AS.
Lukman memprakirakan rupiah melemah terbatas karena investor mengantisipasi kenaikan BI Rate. Rapat Dewan Gubernur BI kemungkinan akan memutuskan kenaikan kembali suku bunga acuannya sebesar 25 bps.
“Menurut perkiraan, nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.850-Rp18.000 per dolar AS,” ucapnya. Sedangkan indeks dolar AS, lanjut Lukman, sudah bergerak di level 101,19.
Ekonom dari Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan hal serupa. “Rupiah masih akan sangat bergantung pada sinyal kebijakan yang keluar dari Rapat Dewan Gubernur BI,” ucapnya.
Menurut Rully, penguatan rupiah sebelumnya di bawah level Rp17.900 per dolar AS dipengaruhi sikap pasar yang wait and see. “Mereka berekspektasi terhadap kebijakan BI yang tetap berhati-hati serta masuknya aliran dana asing,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....