IHSG Naik 1,15 Persen Meski Aksi Jual Saham Berlanjut
- 15 Apr 2025 19:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diprediksi terkoreksi hari ini, ditutup naik di zona hijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG menguat signifikan 1,15 persen atau 73 poin ke level 6.441.
IHSG bergerak positif sepanjang sesi perdagangan, didukung oleh 354 saham yang harganya naik. Sedangkan 348 saham harganya stagnan dan 258 saham harganya turun.
“Saham-saham sektor energi naik paling tinggi sebesar 2,36 persen. Sementara saham sektor teknologi turun paling dalam sebesar -1,19 persen,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Selasa (15/4/2025).
Baca Juga:
Analis: Rupiah Menguat Tapi Masih Rapuh, Simak Penyebabnya
Bea Cukai Ingatkan Hati-hati Tawaran Jasa Unblock IMEI
Indeks Keyakinan Konsumen Turun tetapi Masih Terjaga
Jumlah saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 23,63 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 1.181.000 kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp13,65 triliun dan kapitalisasi pasar hari ini menjadi Rp11.105 triliun.
Tetapi kenaikan IHSG hari ini, masih disertai net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp301,55 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual asing adalah BBNI, BMRI, ITMG, BBRI dan GOTO.
Hal tersebut disampaikan Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia dalam analisisnya saat penutupan perdagangan hari ini. Di dalam negeri, Tim Phillip Sekuritas mencermati data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia.
IKK bulan Maret 2025 merosot ke level 121,1 dan merupakan level terendah sejak bulan Oktober 2024. “Ini penurunan IKK selama tiga bulan beruntun di tengah melemahnya daya beli masyarakat dan menyusutnya jumlah kelas menengah,” ucap Tim Phillip Sekuritas.
Hari ini, lanjut Tim Phillip, bursa saham Asia mayoritas juga ditutup naik. Sentimen pasar di Asia menjadi postif setelah Trump memberi sinyal memberlakukan pengecualian tarif untuk sektor otomotif.
“Kenaikan tarif impor untuk otomotif dapat menggelembungkan harga jual mobil hingga ribuan dolar. Menurut Trum, perusahaan produsen mobil patut mendapat keringanan,” kata Tim Phillip menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....