Analis: Rupiah Menguat Tapi Masih Rapuh, Simak Penyebabnya
- 15 Apr 2025 09:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS, meski posisinya belum kuat. Pada penutupan perdagangan hari Senin kemarin rupiah naik 0,05 persen atau 9 poin menjadi Rp16.786 per dolar Amerika Serikat.
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra menilai rupiah menguat tapi masih rapuh. "Karena penguatan rupiah terhadap dolar AS kemarin terbatas, tidak sampai 50 poin," katanya, Selasa (15/4/2025).
Baca Juga:
Rupiah Lanjutkan Penguatan Jadi Rp16.786 per Dolar AS
IHSG Melejit ke Level 1,7 Persen
Cadangan Devisa Maret 2025 Bertambah Jadi USD157,1 Miliar
Hal itu, tambah Ariston, menandakan rupiah masih rapuh dan masih dalam tekanan dolar AS. "Padahal indeks dolar AS turun lumayan dalam ke bawah level 100," ucapnya.
Menurut Ariston, pasar masih merespon positif relaksasi kebijakan tarif Trump. Sebagian indeks saham Asia terlihat positif pagi ini.
Jadi rupiah hari ini masih akan lanjut konsolidasi terhadap dolar AS. "Peluang pelemahan terbuka ke arah Rp16.800, dengan potensi penguatan ke arah Rp16.720," ujar Ariston menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....