Volatilitas Masih Tinggi, Ketahanan Sektor Jasa Keuangan Terjaga
- 11 Apr 2025 14:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai sektor jasa keuangan Indonesia hingga Maret 2025 tetap stabil dan terjaga. Sementara volatilitas pasar keuangan global masih tinggi seiring ketidakpastian yang meningkat dan prospek perekonomian global yang menurun.
“Kondisi perekonomian global cenderung divergen seiring rilis data perekonomian ekonomi Amerika Serikat yang di bawah ekspektasi. Sedangkan data ekonomi Eropa dan Tiongkok di atas ekspektasi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar dalam keterangan pers Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Jumat (11/4/ 2025.
Lembaga ekonomi internasional Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merevisi ke bawah proyeksi pertumbuhan ekonomi global. OECD memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 sebesar 3,1 persen dan 3 persen tahun 2026.
Baca Juga: Rupiah Lanjutkan Penguatan Jadi Rp16.772 per Dolar AS
Baca Juga: IHSG Diperkirakan Melemah Dipicu Ketegangan Perang Tarif AS-Tiongkok
Baca Juga: PMI Manufaktur Masih Ekspansi Ditopang Momen Idulfitri
“OECD juga merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,9 persen di tahun 2025. Namun proyeksi itu masih sejalan dengan negara-negara berkembang yang masih satu kelompok dengan Indonesia (peer countries),” ucap Mahendra.
Sementara Bank Sentral Amerika Serikat memprediksi pertumbuhan ekonomi AS akan terkontraksi di triwulan I-2025. Tingkat pengangguran naik menjadi 4,32persen dan The Fed kemungkinan akan memangkas suku bunga hanya dua kali tahun ini.
Di Tiongkok, kebijakan stimulus berhasil mendongkrak konsumsi masyarakat ditandai dengan peningkatan penjualan mobil dan motor. Sedangkan di Indonesia, perekonomian Indonesia mengalami inflasi di bulan Maret 2025.
Kinerja perekonomian nasional masih solid, lembaga pemeringkat Moody’s Financial Service menempatkan peringkat kredit Indonesia di outlook stabil. Selain itu, lembaga pemeringkat Fitch mempertahankan rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.
“Hal itu merepresentasikan keyakinan global terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Kebijakan yang diambil pemerintah juga mampu menjaga ketahanan sektor keungan di tengah kondisi ketidakpastian global,” kata Mahendra menutup keterangannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....