IHSG Melemah 1,11 Persen saat Jeda Siang Perdagangan

  • 08 Jul 2026 13:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG melemah 1,11 persen ke level 5.920,15 pada jeda siang perdagangan di tengah transaksi yang masih sepi.
  • Kenaikan cadangan devisa Juni 2026 menjadi sentimen positif, namun pasar dibayangi potensi profit taking dan proyeksi defisit APBN.
  • Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak di kisaran 5.900–6.000 serta merekomendasikan saham HMSP, CPIN, PGEO, SMGR, dan BBNI.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di posisi melemah saat jeda siang perdagangan, Rabu, 8 Juli 2026. Hingga penutupan sesi I, IHSG tercatat di level 5.920,15 atau turun 66,34 poin (1,11 persen).

Sejak pembukaan perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif di tengah aktivitas transaksi yang masih cenderung sepi. Pelaku pasar masih mencermati sejumlah sentimen domestik dan global yang memengaruhi pergerakan indeks.

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai IHSG masih memiliki peluang bergerak pada kisaran 5.900 hingga 6.000. "Secara teknikal IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000," kata Tim Analis Phintraco Sekuritas.

Menurut Phintraco, penguatan IHSG pada perdagangan sebelumnya didukung usulan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, kenaikan cadangan devisa Indonesia selama Juni 2026 turut memberikan sentimen positif bagi pasar.

Cadangan devisa Indonesia tercatat meningkat menjadi 145,6 miliar dolar Amerika Serikat pada Juni 2026. Angka tersebut naik dibandingkan posisi Mei 2026 sebesar 144,9 miliar dolar Amerika Serikat.

Kenaikan cadangan devisa didukung penerimaan pajak dan jasa yang mampu menutup pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut juga dinilai mencerminkan ketahanan sektor eksternal Indonesia yang tetap terjaga.

Meski demikian, pasar masih dibayangi potensi aksi ambil untung atau 'profit taking. Sentimen tersebut dipicu proyeksi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Pemerintah memproyeksikan defisit APBN 2026 mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan target awal sebesar Rp689,1 triliun atau 2,68 persen terhadap PDB.

Phintraco merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati pelaku pasar. Saham tersebut meliputi HMSP, CPIN, PGEO, SMGR, dan BBNI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....