IHSG Masih Terpuruk di Level 5.967

  • 09 Apr 2025 20:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia masih lesu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum beranjak dari zona merah. IHSG ditutup turun 0,47 persen (28 poin) ke level 5.967.

Volume saham yang diperdagangkan hari ini sebanyak 18,35 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan satu juta kali transaksi. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp12,07 triliun dan kapitalisasi pasar menjadi Rp10.179 triliun

Sebanyak 329 saham harganya turun, 316 saham stagnan dan 313 saham harganya naik. Saham-saham sektor bahan baku, energi dan barang sekunder atau siklikal menjadi penekan IHSG hari ini.

Baca Juga:

PMI Manufaktur Masih Ekspansi Ditopang Momen Idulfitri

Inflasi Maret Capai 1,65 Persen Dipicu Tarif Listrik

BI Intervensi, Rupiah Berhasil Menguat 18 Poin

Tim Analis Phillip Sekuritas Indonesia menyebutkan, hari ini terjadi aliran keluar modal asing sebesar Rp1, 04 triliun. Saham-saham yang paling banyak dijualn investor asing adalah BBRI, BMRI, BBNI, MDKA dan MAPI.

Tim Phillip Sekuritas juga mengatakan, indeks saham di Asia juga melemah dalam penutupan perdagangan hari ini. Pasar bersikap negatif seiring seiring dengan mulai berlakunya kebijakan tarif Trump hari ini.

“Tarif impor untuk Tiongkok yang dinaikkan menjadi 104 persen, memperparah perang dagang global. Sehingga mendorong aksi jual yang lebih luas di pasar keuangan global,” kata Tim Phillip Sekuritas.

Selain mengguncang tatanan perdagangan global, kebijakan Trump meningkatkan kekhawatiran terjadinya resesi. Selain itu menghapus triliiunan dolar nilai pasar korporasi besar.

Surat utang pemerintah, aset yang selama ini dianggap paling aman ikut terperangkap dalan gejolak pasar. Kondisi ini dipicu aksi jual paksa oleh para investor.

Di sisi lain, pemerintah AS gerak cepat untuk memulai pembicaraan dengan sejumlah negara yang menjadi target kebijakan tarif Trump. AS sudah menjadwalkan pembicaraan dengan Korea Selatan, Jepang dan Italia, demikian analisis Tim Phillip Sekuritas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....