BI: Peringkat Moody's Tunjukkan Ekonomi Indonesia Resilien

  • 21 Mar 2025 13:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan masih kuatnya kepercayaan dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia. Perry menyampaikan hal tersebut, merespon hasil penilaian lembaga pemeringkat internasional Moody's terhadap sovereign credit rating (SCR) Indonesia.

Moody's menempatkan profil sovereign credit rating (SCR) Indonesia pada level Baa2 dengan outlook stabil. Artinya perekonomian Indonesia memiliki daya tahan yang baik (resilien) didukung oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil dan solid.

"Kepercayaan Moody's terhadap resiliensi ekonomi Indonesia menjadi salah satu indikator positif di tengah tingginya ketidakpastian keuangan global. Hal ini menunjukkan komitmen otoritas moneter dan pemerintah dalam menjaga stabilitas makroekonomi," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (21/3/2025).

Baca Juga:

Analis: Potensi Fluktuasi IHSG Masih Tinggi

Nilai Tukar Rupiah Berisiko Hadapi Tekanan Dolar

Rupiah Ditutup Menguat Jadi Rp16.485/Dolar AS

SCR merupakan penilaian independen terhadap kelayakan kredit dan kemampuan sebuah negara untuk melunasi kreditnya. Peringkat SCR juga mencerminkan bagaimana stabilitas perekonomian suatu negara.

Moody's menilai, konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 dan 2026. Moody's juga menyebut faktor-faktor yang dapat memberikan peluang peningkatan Sovereign Credit Rating (SCR) Indonesia ke depan.

Faktor tersebut diantaranya, penguatan aspek pendapatan pemerintah dan fleksibilitas fiskal. Termasuk peningkatan daya saing ekonomi serta pendalaman pasar keuangan.

Lebih lanjut Perry menegaskan komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, memperkuat hilirisasi dan ketahanan pangan. BI juga mendorong pembiayaan ekonomi melalui Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

"Bank Indonesia akan terus memperkuat kordinasi kebijakan dengan pemerintah dan sinergi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Sehingga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, guna mendorong keyakinan global tetap positif terhadap perekonomian Indonesia," kata Perry menutup pernyataannya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....