Nilai Tukar Rupiah Berisiko Hadapi Tekanan Dolar
- 21 Mar 2025 08:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali menghadapi risiko tekanan dolar AS, karena indeks dolar menguat pagi ini, Jumat (21/3/2025). Rupiah berada di posisi Rp16.485 per dolar AS, naik 0,28 persen, Kamis kemarin.
"Indeks dolar pagi ini bergerak lebih menguat dibandingkan pagi kemarin. Hari ini, indeks dolar berada di level 103,81, sedangkan Kamis kemarin berada di level 103,3," kata Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra.
Baca juga: Rupiah Ditutup Menguat Jadi Rp16.485/Dolar AS
Sentimen Investor Terangkat, IHSG Ditutup Naik 1,11 Persen
Naiknya indeks dolar, menurutnya, didukung oleh data ekonomi AS yang dirilis semalam. Hasilnya lebih bagus dari ekspektasi pasar.
Rilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan menunjukan angka yang lebih kecil dari ekspektasi. Data klaim tunjangan pengangguran tercatat 223 ribu, sementara ekspektasinya 224 ribu, artinya pengangguran menurun.
Data indeks manufaktur di area Philadelphia tercatat 12,5, lebih tinggi dari ekspektasi 8,8. Data penjualan rumah sebanyak 4,26 juta, juga lebih tinggi dari perkiraan 3,95 juta.
"Tetapi, pasar masih khawatir dengan kebijakan tarif Trump yang mendorong pasar masuk ke aset aman di emas dan dolar AS. Isu ini masih belum hilang, ditambah isu baru serangan Israel dan AS ke wilayah negara lain," ujar Ariston.
Sementara, tambahnya, prospek perdamaian Ukraina dan Rusia masih belum kelihatan. Konflik geopolitik kembali mempengaruhi pasar keuangan global.
"Oleh karena itu, hari ini rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS ke kisaran Rp16.550. Adapun potensi support di Rp16.430 per dolar AS," kata Ariston menutup analisisnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....