IHSG Naik ke Level 6.366,01 jelang Keputusan Suku Bunga Acuan BI

  • 22 Jul 2026 10:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IHSG dibuka menguat 25,99 poin atau 0,41 persen ke level 6.366,01 pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026.
  • Para analis menilai pasar tengah menanti keputusan BI, sementara peluang kenaikan suku bunga dinilai dapat menarik aliran modal asing ke pasar Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Pada sesi awal perdagangan, IHSG tercatat berada di level 6.366,01.

Ini berarti naik 25,99 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya yang berada di level 6.340,02. Penguatan ini terjadi di tengah perhatian pelaku pasar yang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI).

Tim Pilarmas Investindo Sekuritas menilai keputusan BI terkait suku bunga acuannya menjadi sentimen utama yang menentukan arah pergerakan pasar. Menurut analisisnya, peluang kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin kini semakin terbuka.

Tim Pilarmas menilai kebijakan tersebut lebih mengedepankan stabilitas ekonomi dibandingkan mendorong pertumbuhan. Meski berpotensi menekan investasi, konsumsi, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor.

“Kami melihat kemungkinan cukup besar bagi BI untuk menaikkan tingkat suku bunga sebanyak 25 bps,” katanya. “Meskipun rupiah sudah berada di level yang cukup baik.”

Tim Pilarmas menambahkan kenaikan suku bunga berpotensi meningkatkan daya tarik pasar keuangan Indonesia di mata investor global. “Ini dapat mendorong masuknya aliran modal asing secara bertahap ke pasar saham, obligasi, maupun Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI),” katanya.

Menurut Tim Pilarmas, Indonesia masih membukukan capital inflow sekitar USD25 juta saat sejumlah negara justru mengalami capital outflow. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar keuangan domestik.

Di sisi lain, Moody's memberikan peringkat Baa2 kepada penerbitan obligasi global senilai USD5 miliar milik Danantara Investment Management. Ini setara dengan sovereign rating Indonesia dan dinilai mencerminkan kuatnya dukungan pemerintah terhadap lembaga tersebut.

Meski begitu, Tim Pilarmas mengingatkan outlook negatif dari Moody's masih menjadi perhatian investor. Karena itu, tata kelola dan kinerja investasi Danantara akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.

“Secara teknikal kami memperkirakan IHSG masih berpotensi menguat terbatas," katanya. Yaitu dengan area support pada level 6.110 dan resistance pada level 6.380.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....