Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Tingginya Ketidakpastian Global

  • 05 Feb 2025 10:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta : Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi ini berada di posisi Rp16.296, menguat dibandingkan posisi pada Selasa kemarin di level Rp15.351 per dolar AS

"Rupiah rebound (menguat kembali) di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian global yang meningkat. Ketidakpastian dimulai dari kebijakan Trump menaikkan tarif impor pada Tiongkok, Kanada dan Meksiko pekan kemarin," kata Kepala Ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, Rabu (5/2/2025).

Baca Juga :

Trump Tunda Tarif Impor, Rupiah Naik 97 Poin

Pasar Tunggu Data Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Dibuka Melemah

Perdagangan Saham Menggeliat, IHSG Berhasil Naik ke 7.073

Tapi Trump kemudian menunda kenaikan tarif kepada Kanada dan Meksiko selama 30 hari. Setelah meredanya tensi antara AS dengan Kanada dan Meksiko, Menteri Keuangan Tiongkok mengeluarkan pernyataan.

"Tiongkok siap melakukan tindakan balasan dan berencana mengenakan tarif 15 persen pada Amerika Serikat. Terutama terhadap impor batu bara dan LNG dari AS mulai tanggal 10 Februari 2025," ucap Rully.

Menurut Rully, ada potensi berlanjutnya peningkatan volatilitas pasar meski kemarin indeks dolar AS cenderung melemah cukup dalam. Selasa kemarin, indeks dolar berada di posisi 107,96 dari 108,99 sehari sebelumnya.

Melemahnya indeks dolar AS, membuat Rupiah menguat ke posisi Rp16.345 per dolar AS. Rupiah berhasil menguat, meski terjadi aliran keluar modal asing.

"Investor asing dalam dua hari terakhir mencatatkan net sell (jual bersih). Secara akumulasi jual bersih saham oleh investor asing sebesar Rp465,3miliar," ujar Rully.

Sementara analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih akan bergerak fluktuatif, dengan kecenderungan menguat. "Rupiah hari ini diperkirakan akan bergerak di rentang Rp16.300 - Rp16.360 per dolar AS," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....