Trump Tunda Tarif Impor, Rupiah Naik 97 Poin

  • 04 Feb 2025 16:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Nilai tukar rupiah berhasil menguat pada penutupan perdagangan Selasa (4/2/2025) sore. Menurut Bloomberg, rupiah naik 0,59 persen atau 97 poin menjadi Rp16.351 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan Presiden AS Donald Trump menunda pengenaan tarif impor kepada Meksiko dan Kanada. Sehingga dolar AS sedikit melemah dan mata uang regional menguat terbatas.

"Trump menghentikan pengenaan tarif 25 persen selama 30 hari kepada Kanada dan Meksiko," ujarnya. Namun, tarif 10 persen untuk Tiongkok masih akan berlaku di kemudian hari.

Baca juga: Rupiah Diperkirakan Berisiko Melemah karena Tekanan Eksternal

Kanada dan Meksiko akan menerapkan penegakkan hukum yang tegas di perbatasan terkait lalu lintas imigran dan penyelundupan narkoba. Sehingga Trump bersedia menunda tarif impor ke kedua negara tersebut.

Presiden AS itu juga direncanakan berbicara dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada pekan ini. Topiknya tentu saja mengenai pengenaan tarif impor 10 persen kepada Negara Tirai Bambu tersebut.

Pelaku pasar juga masih diliputi kekhawatiran akan tingkat suku bunga AS yang tinggi dalam waktu lebih lama. Sedangkan The Fed mengisyaratkan keengganan untuk melonggarkan kebijakan suku bunganya karena ketidakpastian kebijakan Trump.

Dari dalam negeri, Ibrahim mencermati Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia per Januari 2025. PMI Indonesia pada bulan pertama tahun ini naik ke level 51,9 dari 51,2 pada Desember 2024.

"Kenaikan PMI Manufaktur per Januari 2025 ditopang kenaikan produksi dan permintaan baru dari pasar domestik maupun mancanegara," ujarnya. Ini menjadi sinyal positif awal tahun, di mana pemerintah berkomitmen menjaga kinerja sektor riil dan kebijakan pro-pertumbuhan industri.

Sementara laju inflasi pada Januari 2025 turun, bahkan mengalami deflasi 0,76 persen. "Pemerintah menyatakan akan menjaga inflasi agar tetap terkendali guna mendukung daya beli masyarakat," kata Ibrahim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....