Awal Pekan, Rupiah Dibuka Melemah Rp17.659 per Dolar AS
- 07 Sep 2026 10:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau dibuka turun 0,10 persen atau 17 poin ke posisi Rp17.659 per dolar AS
- Nilai tukar rupiah akan menguji area Rp17.734-17.772 per dolar AS sebagai sebagai area terdekatnya
- Faktor utama yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini diantaranya sikap pasar yang menunggu data cadangan devisa yang akan dirilis Bank Indonesia hari ini
RRI.CO.ID, Jakarta - Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS dalam pembukaan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah terpantau dibuka turun 0,10 persen atau 17 poin ke posisi Rp17.659 per dolar AS
Posisi rupiah dalam pembukaan perdagangan hari ini lebih rendah dibandingkan saat penutupan perdagangan akhir pekan kemarin. Pada Jumat, 4 September 2026, rupiah ditutup naik 0,21 persen ke posisi Rp17.642 per dolar AS
"Dari sisi teknikal kami perkirakan rupiah hari ini masih rawan melemah terhadap dolar AS. Nilai tukar rupiah akan menguji area Rp17.734-17.772 per dolar AS sebagai sebagai area terdekatnya," kata Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, Senin, 7 September 2027.
Namun, tambah Herditya, rupiah juga berpeluang untuk menguat ke kisaran Rp17.476-17.519 per dolar AS. "Penguatan bisa terjadi bila rupiah mampu bergerak ke bawah Rp17.612 per dolar AS, sebagai supportnya, maka terdapat potensi rupiah menguat ke Rp17.476-17.519 per dolar AS.
Herditya yang akrab dipanggil Didit mengungkapkan sejumlah faktor utama yang akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Diantaranya sikap pasar yang menunggu data cadangan devisa yang akan dirilis Bank Indonesia hari ini
"Investor juga akan mencermati peluang suku bunga The Fed ke depan," ucap Didi. Menurutnya, the Fed masih akan cenderung 'hawkish' atau ketat pasca rilis data non-pertanian (NFP) yang menguat.
Data No-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis Amerika Serikat akhir pekan kemarin menunjukkan penambahan 162.000 pekerjaan. Angkanya lebih besar dari prakiraan pasar antara 53.000-56.000 pekerjaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....