Perdagangan Saham Menggeliat, IHSG Berhasil Naik ke 7.073

  • 04 Feb 2025 18:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia hari ini kembali menggeliat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang hari ini bergerak di zona hijau.

Di akhir perdagangan, IHSG ditutup naik 0,62 persen atau 43 poin ke level 7.073. Hari ini sebanyak 340 saham harganya naik, 269 saham turun dan 346 saham stagnan.

IHSG ditutup naik seiring dengan penguatan bursa regional. Saham TPIA, BREN dan GOTO menjadi market leader pada perdagangan hari ini, demikian rekomendasi Tim Analis Phillip Sekurtitas Indonesia Research dalam analisisnya, Selasa (4/2/2024).

Baca Juga:

BI Tarik Uang Rupiah Khusus Tahun Emisi 1999

Trump Tunda Tarif Impor, Rupiah Naik 97 Poin

IHSG Diperkirakan Masih Konsolidasi Dipengaruhi Pergerakan Bursa Global

Saham sektor bahan baku, teknologi dan energi, naik paling kuat. Saham ketiga sektor ini yang menjadi penopang IHSG naik ke zona hijau.

Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 26,07 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan 1,31 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp10,44 triliun dan kapitalisasi pasar tercatat Rp12.313 triliun.

Tim Phillip Sekuritas menyebutkan, bursa saham Asia ditutup menguat hari ini. Indeks Hang Seng Hong Kong melesat naik 2,83 persen dan indeks Nikkei Jepang menguat 0,72 persen.

Penguatan bursa saham Asia dipengaruhi oleh kebijakan terbaru Presiden Trum di Amerika Serikat. Trump menyatakan menghentikan sementara tarif ekspor yang dikenakan pada Meksiko dan Kanada selama sebulan, kata analisis Tim Phillip Sekuritas.

Tetapi Trump tetap mengenakan tarif tambahan 10 persen pada Tiongkok, yang berlaku mulai Selasa ini. Tiongkok tidak tinggal diam dan langsung mengumumkan aksi balasannya terhadap AS.

Tiongkok mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki Google. Selain itu, Tiongkok akan mengenakan tarif pada impor minyak, batubara, gas, mobil dan peralatan pertanian dari AS, demikian kata Tim Analis Pasar Modal dari Pilarmas Investindo Sekuritas

Tiongkok akan mengenakan tarif impor pada komoditas dari AS mulai tanggal 10 Februari mendatang. Di dalam negeri, pasar menunggu laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan diumumkan Badan Pusat Statistik Rabu (5/2/2025).

Tim Pilarmas Sekuritas Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal keempat akan menurun. Penurunannya di triwulan IV menjadi 0,56 persen dari 1,5 persen di triwulan sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....