Pasar Tunggu Data Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Dibuka Melemah
- 05 Feb 2025 10:16 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah pada pembukaan perdagangan hari ini ke level 7.061. Pasar hari ini menunggu data pertumbuhan ekonomi yang akan dirilis Badan Pusat Statistik.
Pada penutupan perdagangan Selasa kemarin, IHSG naik ke level 7.073, disertai net sell (jual bersih) asing sebesar Rp205 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BMRI, BBNI, UNTR, dan INDF.
"IHSG hari ini berpotensi mencoba break resist kuat di level 7.120. Jika belum berhasil break resist tersebut, IHSG berpotensi kembali koreksi ke area 7.000an," kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, Rabu (5/2/2025).
Baca Juga :
Perdagangan Saham Menggeliat, IHSG Berhasil Naik ke 7.073
Trump Tunda Tarif Impor, Rupiah Naik 97 Poin
Menurut Fanny, yang akan menjadi katalis pergerakan IHSG hari ini adalah data pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024. Badan Pusat Statistik akan mengumumkannya hari ini.
Fanny memperkirakan IHSG akan bergerak di level support dengan kisaran 6.980-7.000. Sedangkan level resist akan bergerak di rentang 7.120-7.180.
Pada perdagangan Selasa bursa saham Amerika Serikat maupun bursa saham Asia-Pasifik ditutup menguat. "Wall Street ditutup menguat ditopang optimisme perdagangan AS-Tiongkok dan Sektor Energi," ucap Fanny
Indeks S&P 500 naik 0,71 persen, Nasdaq Composite menguat 1,34 persen, Dow Jones Industrial Average meningkat 0,30 persen. Tiga indeks utama pasar saham AS mengalami kenaikan ditopang oleh saham sektor energi.
Sementara investor melihat prospek positif atas perkembangan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Sentimen positif didorong oleh keputusan Presiden AS Donald Trump menunda penerapan tarif terhadap Kanada dan Meksiko.
Bursa saham Asia-Pasifik naik pada Selasa juga mayoritas ditutup menguat, setelah Trump menghentikan tarif ekspor terhadap Meksiko dan Kanada. Indeks Jepang Nikkei Nikkei 225 meningkat 0,72 persen dan Topix naik 0,65 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 1,13 persen dan Kosdaq melesat 2,29 persen. Sementara itu, S&P/ASX 200 di Australia turun 0,06 persen dan Hang Seng di Hong Kong menguat 2,83 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....