Pasar Sedikit Skeptis, Nilai Tukar Rupiah Turun Tipis

  • 23 Jan 2025 15:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Pergerakan nilai tukar Rupiah melemah tipis terhadap Dolar AS dalam penutupan perdagangan sore ini. Berdasarkan data Bloomberg, Rupiah turun 0,02 persen atau 4 poin menjadi Rp16.283 per Dolar AS.

Pelemahan Rupiah dipengaruhi sikap pelaku pasar yang skeptis dalam mencermati kebijakan tarif yang diterapkan Presiden AS Donald Trump. Sampai saat ini Trump baru sebatas menyebutkan besaran tarif yang akan dikenakannya pada sejumlah negara.

“Trump mengisyaratkan pengenaan tarif tambahan 10 persen pada Tiongkok mulai 1 Februari. Trump juga menyampaikan potensi pungutan yang akan dikenakan pada Uni Eropa,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Kamis (23/1/2025).

Baca Juga

Rupiah Menguat Manfaatkan Momentum Pelemahan Dolar AS

BI: Pertumbuhan Uang Beredar Menurun pada Desember 2024

IHSG Berpeluang Terus Naik Seiring Stabilitas Rupiah

Sementara Kanada dan Meksiko terancam terkena tarif 25 persen. Rusia disebut-sebut juga akan terkena sanksi tarif oleh Trump, jika tidak menghentikan perang dengan Ukraina.

Selain ancaman tarif, pelaku pasar juga mencermati kebijakan Trump di sektor energi. Seperti diketahui, Presiden AS itu mengumumkan darurat energi nasional setelah pelantikannya.

Di dalam negeri, pelaku pasar mencemati optimisme BI terhadap kinerja perekonomian Indonesia tahun 2025. "BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan meningkat siginifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Ibrahim.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 di kisaran 4,7 persen-5,5 persen. Di tahun 2026, pertumbuhan ekonomi akan naik menjadi 4,8 persen-5,6 persen.

“Proyeksi tersebut didukung oleh inflasi yang diperkirakan tetap terjaga di kisaran 2,5 plus minus 1 persen. Stabilitas rupiah juga akan dijaga sesuai fundamental ekonomi,” kata Ibrahim menutup analisisnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....