Penutupan Perdagangan, Rupiah Kian Tertekan oleh Isu Global dan Domestik
- 12 Agt 2026 22:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Berdasarkan data Bloomberg, hari ini rupiah ditutup turun 0,09 persen atau 16 poin ke posisi Rp17.877 per dolar AS
- Pergerakan rupiah dipengaruhi oleh ketegangan AS-Iran terkait Selat Hormuz dan penantian pasar terhadap rilis data inflasi di AS
- Di dalam negeri, pasar juga menunggu pengumuman hasil review MSCI terhadap pasar modal Indonesia
RRI.CO.ID, Jakarta – Dinamika konflik geopolitik masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah. Sepanjang hari ini, rupiah melemah terhadap dolar AS hingga penutupan perdagangan.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup turun 0,09 persen atau 16 poin ke posisi Rp17.877 per dolar AS. “Ketegangan terus berlanjut antara AS dan Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz,” kata Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, Rabu, 12 Agustus 2026.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman juga melakukan blokade terhadap kapal yang melintas di Selat Bab el-Mandeb. Situasi itu membuat para investor kembali mengkhawatirkan gangguan pasokan minyak.
Para investor juga menunggu data inflasi konsumen dan inflasi produsen di AS sebagai petunjuk kebijakan moneter the Fed. “Sehingga pelaku pasar cenderung menahan diri dan tidak mengambil posisi agresif,” ucap Ibrahim.
Di dalam negeri, pasar mencermati utang pemerintah yang sudah menembus Rp10.000 triliun per semester I 2026. Sehingga rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto mencapai 41 persen, masih di bawah batas aman 60 persen dari PDB.
Laporan Kementerian Keuangan menyebutkan, sumber utang itu utamanya berasal dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp8.966,7 triliun. Sumber utang lainnya adalah pinjaman sebesar Rp1.326,90 triliun.
Pelaku pasar di dalam negeri, juga sedang menantikan pengumuman hasil review MSCI pada Kamis dinihari, 13 Agustus 2026. Hasil review akan diterapkan setelah penutupan perdagangan 31 Agustus dan efektif mulai 1 September 2026.
Investor, kata Ibrahim, perlu membedakan tanggal pengumuman dengan tanggal implementasi. Menurutnya, reaksi harga dapat muncul setelah pengumuman.
“Tetapi transaksi penyesuaian dana yang mengikuti indeks, biasanya lebih terasa menjelang penutupan pada tanggal implementasi,” ucapnya. Harapannya, hasil review MSCI terhadap pasar modal Indonesia tetap positif seiring dengan berbagai langkah reformasi yang dilakukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....