IHSG Diperkirakan Lesu karena Aliran Keluar Modal Asing
- 13 Des 2024 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Perdagangan saham kembali dibuka tanpa gairah pagi ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau turun 0,25 persen ke level 7.373.
Posisi IHSG saat pembukaan perdagangan hari ini lebih rendah dibandingkan saat penutupan kemarin. Dimana IHSG juga turun 0,94 persen atau 70 poin ke level 7.394
Penurunan IHSG kemarin disertai dengan net sell (jual bersih) oleh investor asing sebesar Rp2,18 triliun. "Saham perbankan dan teknologi paling membebani IHSG, saham yang paling banyak dijual adalah BMRI, BBRI, BBCA, BBNI, AADI," kata Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Muhammad Lutfi Permana, Jumat (13/12/2024).
Baca Juga :
Dolar AS Melejit, Rupiah Makin Anjlok
Mayoritas Saham Anjlok, IHSG Masuk Zona Merah
Pefindo: Tren Penerbitan Surat Utang Korporasi Masih Tinggi
Hari ini, tambah Lutfi, IHSG berpotensi sideways (stagnan), cenderung terkoreksi terbatas. "Perkiraan ini setelah melihat terjadinya net sell yang cukup besar di all market," ucapnya.
Lutfi memperkirakan pergerakan IHSG di level support di rentang 7.375-7.350. Sedangkan level resist di rentang 7.415-7.440.
Analis BNI Sekuritas juga mencermati laporan inflasi produsen di Amerika Serikat. Laporan tersebut membuat indeks saham utama di Wall Street kompak turun pada Kamis kemarin.
Indeks harga produsen (PPI), yang melacak harga grosir, naik 0,4 persen dibandingkan pada bulan lalu. Angka tersebut melampaui ekspektasi yang memperkirakan kenaikan sebesar 0,2 persen.
"Akibatnya, imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu terakhir. Laporan ini mengikuti data indeks harga konsumen (CPI) untuk bulan November, yang sesuai dengan perkiraan," kata Lutfi.
Data tersebut, menurutnya, mendorong ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga oleh The Fed. Bank sentral AS itu kemungkinan besar akan kembali memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan.
Sementara bursa saham di kawasan Asia mayoritas menguat dalam penutupan perdagangan Kamis kemarin. Pelaku pasar Asia justru fokus pada data pekerjaan bulan November dari Australia.
Tingkat pengangguran Australia yang disesuaikan secara musiman menurun menjadi 3,9 pesen. Level terendah sejak Maret, lebih rendah dari perkiraan sebesar 4,2 persen.
"Jumlah pengangguran di Australia berkurang sebanyak 27 ribu menjadi 595,3 ribu. Sementara pekerjaan meningkat sebanyak 35,6 ribu menjadi 14,54 juta, melebihi kenaikan konsensus sebesar 25 ribu," ujar Lutfi menutup analisisnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....