IHSG Naik 62 Poin saat Jeda Siang, Sentimen Global Masih Jadi Perhatian
- 12 Agt 2026 12:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IHSG naik 1 persen atau 62,48 poin ke level 6.330,36 pada penutupan sesi pertama perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, 12 Agustus 2026.
- Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.336,5 dengan "retracement" ke level terendah 6.272,3 selama sesi pertama perdagangan.
RRI.CO.ID, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat saat jeda siang perdagangan Rabu, 12 Agustus 2026. Hingga penutupan sesi pertama, IHSG naik 1 persen atau 62,48 poin ke level 6.330,36, setelah dibuka pada angka 6.277,76.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 6.336,5. Sedangkan untuk angka terendah berada di level 6.272,3.
Sebelumnya IHSG diprakirakan melemah pada perdagangan Rabu 12 Agustus 2026. Pada perdagangan Selasa 11 Agustus 2026, IHSG ditutup turun 1,53 persen ke level 6.267,88.
Pada saat bersamaan, rupiah juga melemah 0,59 persen ke posisi Rp17,861 per dolar AS. Hal ini seiring dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia akibat penguatan dolar Amerika Serikat (AS).
“Secara teknikal, pergerakan IHSG diprakirakan akan menguji level support pada rentang 6.180-6.200,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Ada sejumlah faktor yang mempengaruhi sentimen pasar kali ini, baik domestik maupun eksternal.
Tingkat penjualan ritel Indonesia turun 3 persen secara tahunan pada Juni 2026. Sebelumnya pada Mei 2026, tingkat penjualan ritel Indonesia juga turun 3,9 persen secara tahunan.
“Ini mencerminkan dampak awal dari langkah stimulus pemerintah,” ujar Tim Phintraco. Stimulus tersebut bertujuan mendorong daya beli masyarakat dari kenaikan tekanan biaya.
Bank Indonesia (BI) melaporkan secara bulanan penjualan ritel per Juni 2026 meningkat 0,7 persen. Ini merupakan kenaikan pertama dalam tiga bulan terakhir.
Menurut Tim Phintraco, kelompok masyarakat menengah atas diperkirakan masih menjadi penopang penjualan ritel. Hal itu ditandai dengan penjualan mobil di Indonesia yang meningkat 33,3 persen secara tahunan.
Penjualan mobil pada Juli 2026 merupakan yang dalam lima bulan terakhir yaitu sebanyak 81.115 unit. “Penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sangat berkontribusi pada tingkat penjualan mobil," katanya.
Selama periode tahun anggaran Januari-Juli 2026, penjualan mobil tumbuh 18,3 persen. Pada periode tersebut, jumlah penjualan mobil tercatat sebanyak 437.500 unit.
Dari sisi eksternal, pasar saham global dipengaruhi oleh prospek perdamaian di Timur Tengah yang tidak menunjukkan kemajuan. Harga minyak mentah kembali naik karena tensi geopolitik di Timur Tengah yang masih tinggi.
Tingkat inflasi AS yang akan dirilis juga menjadi perhatian pelaku pasar. Ini akan menjadi petunjuk bagi kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed.
Pada Selasa 11 Agustus 2026, perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih terjadi net sell oleh investor asing sebesar Rp279,58 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah TPIA, BMRI, DSSA, ASII dan BBRI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....