Rempah Khas Indonesia yang Tak Boleh Dikonsumsi Berlebihan

  • 23 Sep 2024 19:21 WIB
  •  Biak

KBRN, Biak : Selain tersohor dengan kekayaan budaya dan adat istiadat, Indonesia juga terkenal kaya akan berbagai jenis rempah yang berasal dari tumbuhan khas, yang biasa digunakan dalam bumbu masakan untuk menambah aroma dan rasa pada masakan.

Rempah - rempah khas Indonesia juga terkenal berkhasiat bagi kesehatan tubuh karena berasal dari tanaman yang tumbuh di alam. Dilansir dari detik.com, beberapa manfaatnya, seperti meredakan nyeri secara alami hingga mengelola stress. Selain itu, rempah-rempahan, seperti cengkeh, juga mengandung eugenol sebagai anestesi alami yang dapat membantu mengatasi sakit gigi.

Meski berkhasiat, konsumsinya tetap perlu dibatasi karena jika berlebihan, bisa menimbulkan efek samping sehingga penting untuk memahami dosis idealnya. Jangan mengonsumsi terlalu banyak karena kemungkinan memberi efek samping berbahaya.

Melansir Times Of India, berikut efek samping yang jarang diketahui dari beberapa rempah populer khas Indonesia.

1. Jahe

Khasiat dari jahe sudah terkenal sejak lama. Di dalamnya terkandung senyawa aktif yang baik untuk pencernaan, mulai dari mengatasi kembung, sembelit, mual, hingga pembengkakan. Namun, konsumsinya perlu diperhatikan karena bisa menimbulkan efek samping gangguan tertentu.
Dalam dosis tinggi, jahe dapat menyebabkan gejala nyeri ulu hati ringan, diare, dan iritasi mulut. Konsumsi jahe berlebihan juga dapat meningkatkan risiko pendarahan pada sebagian orang dan memperburuk kondisi jantung tertentu. Dosis ideal untuk mengonsumsi jahe kurang lebih 3 sampai 4 gram per hari. Konsumsi lebih dari 6 gram jahe per hari dapat menyebabkan masalah.

2. Kunyit

Kunyit juga merupakan salah satu rempah tertua yang banyak digunakan dalam pengobatan infeksi, masalah pencernaan, hingga dapat menghilangkan rasa sakit dan nyeri. Senyawa kurkuminnya dikenal dapat meningkatkan sensitivitas insulin, mencegah peradangan dan infeksi, kanker, dan banyak masalah lainnya. Manfaatnya sering dipuji, tetapi konsumsinya perlu dibatasi. Terlalu banyak mengonsumsi kunyit dapat mengganggu sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit, diare, gas, dan refluks asam.

Kunyit memiliki sifat pengencer darah yang dapat meningkatkan risiko peningkatan pendarahan. Kunyit yang berlebihan juga dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah secara tiba-tiba, yang bisa menimbulkan masalah lebih serius. Oleh karena itu, batasi konsumsinya kurang lebih 3 gram sehari.

3. Bawang Putih

Bawang putih dikenal mampu melezatkan rasa makanan. Dari sisi kesehatan, bawang ini juga banyak manfaatnya. Berkat senyawa allicin di dalamnya, bawang putih dapat melawan bakteri dan virus, mengatur gula darah, mengobati pilek dan batuk, serta mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker usus besar dan perut. Namun, mengonsumsi lebih dari jumlah yang disarankan dapat menyebabkan masalah gastrointestinal hingga bau mulut.

Bawang putih memiliki kandungan fruktan tinggi, yang dapat menyebabkan kembung, gas, dan sakit perut pada sebagian orang. Takaran idealnya yaitu mengonsumsi 1-2 siung atau sekitar 3-6 gram per hari.

4. Daun Salam

Daun salam juga sering ditambahkan ke dalam beberapa masakan. Namun, seseorang harus menghindari memakan seluruh daun salam karena tidak aman. Mengingat daun salam tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat tersangkut di tenggorokan atau menembus lapisan usus. Ekstrak daun salam kemungkinan juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada sebagian orang.

Mereka yang sedang menjalani pengobatan diabetes juga perlu hati-hati karena daun salam berlebihan juga dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah. Sebaiknya, daun salam hanya digunakan 1-2 lembar saja untuk satu resep.

5. Ketumbar

Ketumbar juga seringkali ditambahkan ke dalam masakan Indonesia. Selain menambah rasa dan aroma, ketumbar dikenal bermanfaat untuk menurunkan kadar gula darah hingga melawan infeksi. Manfaat tersebut akan datang ketika ketumbar dikonsumsi dalam batas wajar. Jika berlebihan, bisa menimbulkan beberapa efek samping. Salah satunya menimbulkan masalah hati akibat sekresi empedu berlebihan.

Pada beberapa orang, konsumsi ketumbar berlebihan juga mungkin menimbulkan reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal, hingga pembengkakan. Konsumsi biji ketumbar berlebihan dan dalam jangka panjang juga bisa menyebabkan masalah pernapasan disertai nyeri dada, tenggorokan kering, dan sesak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....