Risiko Konsumsi Telur Mentah atau Setengah Matang
- 02 Jul 2024 11:13 WIB
- Manado
KBRN, Manado: Nutrisi yang baik sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal, dan protein berkualitas adalah salah satu komponen utama dalam diet anak. Telur adalah sumber protein hewani yang murah, mudah didapat, dan bergizi tinggi, mengandung asam amino esensial lengkap. Satu buah telur rebus mengandung sekitar 77 kkal, dengan 6 gram protein dan 5,3 gram lemak total. Melansir dari Situs Idai.or.id inilah penjelasannya
Risiko Konsumsi Telur Mentah atau Setengah Matang
Meskipun telur dapat dimasak dengan berbagai cara, termasuk setengah matang, penting untuk mengetahui risikonya, terutama bagi anak-anak. Telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri salmonella yang bisa masuk melalui kulit telur yang retak.
Anak-anak balita, orang lanjut usia, dan ibu hamil sangat berisiko terkena salmonellosis, sebuah infeksi bakteri yang menyebabkan gejala seperti diare berdarah, demam, muntah, dan dehidrasi. Gejala biasanya muncul 12-72 jam setelah konsumsi dan dapat bertahan hingga 4-7 hari.
Cara Menghindari Salmonellosis dari Telur
- Hindari membeli telur yang kotor atau retak.
- Simpan telur di lemari pendingin pada suhu 0-4°C.
- Cuci tangan dan alat yang bersentuhan dengan telur mentah.
- Hindari mengonsumsi telur mentah atau setengah matang.
- Masak bagian putih dan kuning telur hingga mengeras. Makanan yang mengandung telur harus dimasak hingga mencapai suhu minimal 71°C.
- Konsumsi segera telur yang sudah matang dan jangan biarkan pada suhu ruang lebih dari 2 jam.
Dengan mengikuti panduan ini, risiko terkena salmonellosis dapat diminimalkan, dan anak-anak tetap mendapatkan manfaat gizi dari telur yang dimasak dengan benar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....