Lost to Follow Up Tinggi Angka Kaus HIV/AIds di Alor

  • 25 Apr 2024 09:47 WIB
  •  Atambua

KBRN, Alor: Stigma buruk masyarakat terhadap penderita penyakit HIV/Aids masih menjadi persoalan tersendiri upaya Pemerintah daerah dalam penanganan kasus Hiv/ Aids di Kabupaten Alor-Nusa Tenggara Timur.

Pengelola Program Hiv/Aids Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Ida Farida dalam dialog pagi RRI Stasiun Produksi Alor mengatakan, tingginya angka penyebab pasien dengan HIV/Aids salah satunya dikarenakan adanya stigma buruk yang ada, seperti merasa malu datang ke layanan kesehatan secara rutin, kondisi ini pun menyebabkan penderita bisa meninggal dunia.

"Angka penyebab pasien meninggal adanya stigma buruk masyarakat, sehingga ada yang malu ke rumah sakit untuk pengobatan lagi, ini persoalan," ungkap Pengelola Program Hiv/Aids Dinas Kesehatan Kabupaten Alor Ida Farida pada sesi dialog, Kamis (25/4/2024).

Ia menjelaskan, di Alor kasus Lost to Follow-Up pada pasien HIV/Aids masih cukup tinggi. Lost to Follow-Up semisal pasien yang datang berobat tiga empat bulan dan pulang kemudian tidak kembali lagi berobat. Keberadaan mereka pun sudah tidak diketahui, kondisi ini menjadi kendala tersendiri.

"Mereka karena malu tidak kembali lagi dikontak sudah tidak aktif, langsung ke rumah juga berbagai alasan akhirnya sulit penangganan secara medis," jelas Ida.

Ia menjelaskan, pelayanan pengobatan penderita HIV/Aids di Kabupaten Alor yakni baru sebatas di Rumah Sakit sehingga menjadi kendala bagi mereka yang berada di lokasi desa pelosok. Untuk itu mendorong pendekatan pelayanan sementara juga akan dibuka di 10 unit Puskesmas.

"Semisal mereka yang ada di gunung berapa ongkos harus turun ke Kalabahi untuk hanya ambil obat, kendala akhirnya tidak sempat atau putus tebus obat, hilang jejak pasien," ucapnya.

Sementara untuk data angka kasus HIV/AIDS periode 6 tahun terakhir tercatat di Dinas Kesehatan Alor terhitung tahun 2018 hingga 2024 data 3 bulan terakhir yakni sebanyak 447 kasus.

Rincian 2018 sebanyak 38 kasus, 2019 sebanyak 79 kasus HIV/aids, 2020 sebanyak 78 kasus kemudian di tahun 2021 tercatat 77 kasus dan kembali naik angka kasus tercatat 80 kasus HIV/aids di tahun 2022, sementara tahun 2023 81 kasus dan perbulan Maret 2024 14 kasus HIV/Aids mengemuka di Kabupaten Alor-NTT. .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....