Leilem Tanaman Khas Sulawesi Utara yang Banyak Manfaat

  • 24 Feb 2024 13:03 WIB
  •  Manado

KBRN, Manado: Hutan Sulawesi Utara tepatnya di Cagar Alam Tangkoko memiliki banyak sekali tanaman yang berkhasiat sebagai obat tradisional,salah satunya adalah Daun Leilem,Daun ini cukup popular dikalangan masyarakat karena sering diolah menjadi makanan seperti Tinutuan,Bubur Khas Manado,dimana daun ini juga mudah ditemukan dipekarangan pekarangan rumah masyarakat Sulawesi Utara,khususnya Minahasa.

Tumbuhan Leilem mudah ditemui dipekarangan rumah sebagai tanaman hias,tanaman pagar sekaligus diambil daunnya untuk diolah.,daun Leilem juga diperjualbelikan dipasar pasar tradisional dan beberapa pasar modern di Sulawesi Utara dengan harga relatif terjangkau.

Leilem dimanfaatkan sebagai bahan pelengkap masakan tradisional yang berbahan dasar daging seperti babi,ayam ,ikan,tikus hutan dan daging hasil buruan lainnya ,masakan tradisional tersebut sering disebut Ba,Leilem,Ayam Leilem dan lain sebagainya tergantung bahan utamanya.

Leilem diketahui mengandung nutrisi penting untuk meningkatkan imunitas tubuh,berpotensi sebagai suplemen makanan,dan juga potensial sebagai antioksidan alami,berdasarkan hasil analisis pada 100 gram sampel daun leilem,terdapat 389,23 mg kalsium Vitamin C,435,97 mg Vitamin E,dan 32,89 mg kalsium dengan kandungan kalori 349,22 kkal identifikasi nutrisi yang terkandung oleh Daun Leilem menambah nilai manfaat dari spesies ini,tidak hanya untuk menghilangkan rasa lapar tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.

Tanaman Endemik ini bermanfaat sebagai penyedia obat tradisional,sebagian masyarakat adat memanfaatkannya sebagai obat tradisional untuk penyakit seperti gangguan pencernaan misalnya cacingan,maag,sariawan,mangi pada balita dan sakit perut,masyarakat juga menggunakannya untuk mengobati hewan peliharaan yang mengalami gangguan pencernaan.

Namun walapun daun Leilem punya banyak manfaat untuk kesehatan disarankan sebelum memutuskan menggunakan daun Leilem sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit,perlu diketahui bahwa tanaman obat tradisional tidak dapat menggantikan pengobatan medis dari dokter jadi sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter,dan pastikan pula anda tidak memiliki alergi terhadap tanaman obat untuk menghindari reaksi alergi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....