Apa Saja Penyebab hingga Gejala Campak pada Anak? Ini Jawabannya, Orang Tua Simak
- 24 Mar 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sebagian masyarakat Indonesia, terutama para orang tua, belum mengetahui penyebab, gejala, hingga penanganan virus campak pada anak
- Simak penyebab, gejala, hingga penanganan virus campak pada anak yang wajib diketahui orangtua
- Campak dikenal sebagai measles yang disebabkan virus paramyxovirus
- Penularan campak terjadi melalui udara dari penderita yang terinfeksi
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebagian masyarakat Indonesia, terutama para orang tua, belum mengetahui penyebab, gejala, hingga penanganan virus campak pada anak. Mengingat, risiko komplikasi campak lebih tinggi pada anak usia di bawah lima tahun.
Simak penyebab, gejala, hingga penanganan virus campak pada anak yang wajib diketahui orangtua. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi orang tua.
Melansir laman Kemenkes dan Halodoc, secara medis, campak dikenal sebagai measles yang disebabkan virus paramyxovirus. Virus ini menyerang saluran pernapasan sebelum menyebar ke seluruh tubuh.
Penularan campak terjadi melalui udara dari penderita yang terinfeksi. Virus dapat menyebar saat penderita batuk atau bersin.
Karena penularannya cepat, pencegahan melalui vaksinasi sangat penting dilakukan. Imunisasi menjadi langkah utama untuk melindungi anak dari campak.
Apa Penyebab Campak pada Anak?
Campak disebabkan oleh infeksi virus campak (Paramyxovirus). Virus ini sangat menular dan dapat menyebar melalui:
• Udara: Virus campak dapat menyebar melalui droplet (percikan air liur) yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk atau bersin.
• Kontak Langsung: Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan секрецию hidung atau tenggorokan orang yang terinfeksi.
Catatan: anak yang belum mendapatkan vaksin campak memiliki risiko paling tinggi untuk terinfeksi penyakit ini.
Gejala Campak pada Anak
Gejala campak umumnya muncul dalam beberapa tahap:
• Tahap Awal: Demam tinggi (mencapai 40°C atau lebih), batuk kering, pilek, mata merah dan berair (konjungtivitis), serta munculnya bintik-bintik putih kecil di dalam mulut (bintik Koplik).
• Tahap Ruam: Ruam merah kecoklatan muncul pertama kali di wajah dan leher, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya berlangsung selama 5-6 hari.
• Gejala Tambahan: Beberapa anak juga dapat mengalami sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, dan diare.
Menurut WHO, gejala campak dapat bervariasi pada setiap anak. Tetapi demam tinggi dan ruam kulit adalah gejala yang paling umum.
Pencegahan Campak pada Anak
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah dengan vaksinasi. Vaksin campak biasanya diberikan sebagai bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).
• Jadwal Vaksinasi: Vaksin MMR diberikan dalam dua dosis, yaitu pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun.
• Imunisasi Tambahan: Jika anak belum mendapatkan vaksinasi campak sesuai jadwal, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan imunisasi tambahan.
• Hindari Kontak: Hindari kontak dengan orang yang sedang sakit campak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....