Menkes Minta Anak Campak, Tidak Mudik dan di Isolasi
- 17 Mar 2026 22:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Anak yang sakit campak, harus diisolasi dan tidak boleh mudik
- 2. Penemuan kasus campak 2025 meningkat 147 persen ketimbang 2024
- 3. Sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi
- 4. Kasus kematian campak 2025, 69 kasus
- 5. Kasus campak tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek campak dan 572 kasus terkonfirmasi
- 6. Kasus kematian campak 2026, empat kasus
- 7. Campak dapat dicegah dengan imunisasi
RRI.CO.ID, Jakarta- Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin meminta orang tua untuk tidak mengikutsertakan anak-anak yang terkena campak untuk mudik. Anak-anak yang mengalami campak, harus diisolasi agar tidak menularkan ke yang lain.
“Kalau keliatan anaknya ada gejala campak, itu harusnya ibu-ibu sudah tahu, panas sama bercak-bercak. Sebaiknya diisolasi dulu, jangan digendong-gendong,”kata Menkes Budi, dalam keterangannya di Kementerian Pertahanan usai rapat, Selasa, 17 Maret 2026.
Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, data nasional, sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian (CFR 0,1 persen). Sementara pada tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan empat kematian (CFR 0,05 persen).
Pada periode tersebut, terjadi 21 kejadian luar biasa (KLB) suspek campak yang tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Campak adalah suatu penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang.
Penularan penyakit campak adalah dari orang ke orang melalui droplet atau dapat pula melalui air borne. Penyakit campak dapat dicegah dengan imunisasi.
“Paling penting memang imunisasi mesti bagus, tapi sekarang udah naik kok. Kalau kemarin kan kita lakukan program imunisasi nasional, sekarang udah jauh lebih baik kondisinya,”katanya.
Sebelumnya, Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit, dr Andi Saguni, mengatakan campak merupakan penyakit yang sangat menular sehingga memerlukan kewaspadaan dan respons cepat. Ia menjelaskan penemuan kasus suspek campak pada tahun 2025 meningkat signifikan, yakni 147 persen dibandingkan tahun 2024.
“Campak memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi. Karena itu, setiap peningkatan kasus harus direspons dengan cepat melalui surveilans yang kuat dan pelaporan yang tepat waktu,” ujar dr. Andi, seperti dikutip diwebsite Kementerian Kesehatan RI.
Adapun gejala campak yakni:
1. Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
2. Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus dan sakit tenggorokan
3. Lemas dan letih
4. Demam tinggi
5. Bercak kemerahan / rash
6. Sakit dan nyeri
7. Tidak ada selera makan
8. Diare atau dan muntah-muntah
9. Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan