Penyakit Akibat Kekurangan Garam dan Dampaknya bagi Kesehatan
- 10 Okt 2025 11:44 WIB
- Manado
KBRN,Manado: Garam (natrium klorida) merupakan mineral penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, tekanan darah, serta fungsi saraf dan otot. Kekurangan garam atau hiponatremia terjadi ketika kadar natrium dalam darah turun di bawah 135 mmol/L.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh kehilangan cairan berlebihan (seperti lewat keringat, muntah, atau diare), penyakit ginjal, atau konsumsi air berlebihan tanpa asupan garam yang cukup.
Sebagaimana dikutip dari laman www.who.int Menurut World Health Organization (WHO, 2023), natrium merupakan elektrolit penting, dan kadar rendahnya dapat menyebabkan gangguan serius pada fungsi tubuh, terutama pada sistem saraf pusat.
Penyebab Kekurangan Garam
Beberapa penyebab umum kekurangan garam meliputi:
- Keringat berlebih akibat aktivitas fisik berat atau paparan panas.
- Kehilangan cairan tubuh karena muntah, diare, atau penggunaan obat diuretik.
- Penyakit ginjal yang memengaruhi kemampuan tubuh mengatur kadar natrium.
- Konsumsi air terlalu banyak (water intoxication) tanpa asupan elektrolit yang seimbang.
Seperti dikutip dari laman www.mayoclinic.org Studi dari Mayo Clinic (2024) menunjukkan bahwa olahraga ekstrem tanpa penggantian elektrolit dapat menurunkan kadar natrium darah secara signifikan dan menyebabkan gejala neurologis.
Gejala Kekurangan Garam
Gejala hiponatremia dapat bervariasi dari ringan hingga berat, antara lain:
- Kelelahan ekstrem
- Mual dan muntah
- Sakit kepala dan kebingungan
- Kram otot atau kejang
- Penurunan kesadaran, bahkan koma dalam kasus parah
Penelitian dari National Institutes of Health (NIH, 2022) menunjukkan bahwa hiponatremia berat (di bawah 120 mmol/L) dapat menyebabkan pembengkakan otak (cerebral edema) yang berpotensi fatal.
Dampak Kesehatan Jangka Panjang
Kekurangan garam yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan:
- Gangguan saraf permanen, akibat kerusakan sel otak karena ketidakseimbangan cairan.
- Gangguan jantung dan tekanan darah rendah, karena volume darah menurun.
- Penurunan kesadaran atau koma, pada kondisi hiponatremia berat.
Sebuah studi oleh The New England Journal of Medicine (2020) melaporkan bahwa pasien lanjut usia yang mengalami hiponatremia memiliki risiko kematian 55% lebih tinggi dibanding pasien dengan kadar natrium normal.
Pencegahan dan Penanganan
Untuk mencegah kekurangan garam:
- Konsumsi garam secukupnya, sesuai rekomendasi WHO yaitu 2 gram natrium (5 gram garam dapur) per hari.
- Saat berolahraga berat atau di cuaca panas, gantikan cairan dengan minuman elektrolit.
- Hindari konsumsi air berlebihan tanpa makanan atau garam.
- Segera periksakan diri ke dokter bila muncul gejala lemas atau kebingungan setelah aktivitas berat.
Penanganan medis biasanya meliputi:
- Infus larutan garam (saline infusion) untuk meningkatkan kadar natrium.
- Penghentian obat diuretik sementara.
- Pemantauan kadar elektrolit secara berkala.
Kesimpulan
Kekurangan garam atau hiponatremia bukan hanya disebabkan oleh diet rendah garam, tetapi juga oleh kehilangan cairan atau gangguan metabolisme tubuh. Kondisi ini bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
Penting untuk menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, terutama saat beraktivitas berat atau dalam cuaca panas.
(Stanly Kalumata)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....