Bergerak 15 Menit Mampu Memperlancar Sirkulasi Oksigen

  • 12 Sep 2025 07:08 WIB
  •  Bandung

KBRN, Bandung: Zaman berubah, begitu pula tren gaya hidup generasi muda. Jika generasi 90-an dulu ramai menghadiri konser musik, kini generasi Z justru ramai-ramai mengikuti event olahraga massal seperti lari kota hingga trail run.

Fenomena ini tampak dari penjualan tiket lomba lari yang ludes dalam waktu singkat, menyaingi antusiasme konser besar. Olahraga kini menjadi bagian dari gaya hidup, meski belum sepenuhnya menjadi kebiasaan rutin.

Survei GoodStats tahun 2024 terhadap 200 responden usia 18–30 tahun menunjukkan hanya 1 persen yang berolahraga setiap hari. Sementara 37,1 persen berolahraga seminggu sekali, sisanya lebih jarang atau bahkan tidak sama sekali.

Angka ini menunjukkan adanya kesenjangan antara semangat ikut event dan kebiasaan olahraga sehari-hari. Padatnya rutinitas dan kebiasaan mager menjadi alasan umum rendahnya frekuensi aktivitas fisik.

Baca juga: Diky Chandra : Minimalisir Kesalahan Pendataan Penerima Bansos

Menanggapi kondisi ini, dokter sekaligus kreator konten kesehatan dari Klinik Medika OHC, dr. Stellon Salim, mengingatkan pentingnya aktivitas fisik ringan yang konsisten. Ia menekankan bahwa olahraga ringan pun bisa berdampak besar jika dilakukan rutin.

“Paru-paru seperti otot, kalau jarang dipakai, fungsinya bisa menurun,” ujar dr. Stellon dalam unggahan media sosialnya, Jumat (12/9/2025). Ia menambahkan, paru-paru berperan penting dalam menyuplai oksigen ke seluruh tubuh.

Menurutnya, menari ringan selama 15 menit sehari sudah cukup untuk melatih fungsi paru-paru. Selain itu, aktivitas ini juga memperbaiki sirkulasi oksigen dan membantu mencegah gejala ringan seperti batuk atau kelelahan.

“Kuncinya bukan di intensitas tinggi, tapi pada konsistensi,” jelasnya. Ia mengajak masyarakat muda untuk memilih aktivitas yang menyenangkan agar mudah dipertahankan setiap hari.

Dengan perubahan tren gaya hidup yang serba cepat, menjaga kesehatan tetap menjadi prioritas penting. Aktivitas sederhana seperti dance ringan bisa menjadi solusi praktis di tengah jadwal padat generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....