Waspadai Ancaman Penyakit dari Lingkungan Kotor di Permukiman Padat
- 01 Mei 2025 10:36 WIB
- Waykanan
KBRN, Way Kanan: Lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya tak hanya menimbulkan ketidaknyamanan, tetapi juga menjadi sumber utama penyebaran berbagai penyakit menular. Kawasan padat penduduk menjadi yang paling rentan terdampak akibat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Penyakit seperti diare, tipes, dan demam berdarah dengue (DBD) menjadi kasus umum di wilayah dengan sanitasi buruk. Diare kerap terjadi akibat konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, sedangkan tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui konsumsi makanan dan minuman tercemar. Nyamuk Aedes aegypti yang berkembang di genangan air menjadi penyebar utama virus dengue yang memicu DBD, penyakit yang bisa berakibat fatal bila tidak ditangani.
Tak hanya itu, lingkungan kotor juga memperbesar risiko penyakit lain seperti malaria, kaki gajah, infeksi kulit akibat jamur, hingga tuberkulosis (TBC) yang mudah menular di pemukiman kumuh. Bahkan, keberadaan tikus yang berkembang biak di tempat kotor membawa ancaman leptospirosis, yang bisa menyebabkan komplikasi serius seperti gagal ginjal atau penyakit kuning.
Upaya pencegahan sangat bergantung pada peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mulai dari membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, menghilangkan genangan, hingga memilah dan mendaur ulang sampah. Dengan peningkatan kesadaran bersama, dampak buruk dari lingkungan kotor dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan kualitas hidup yang lebih sehat dan aman bagi seluruh warga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....