Mengapa Mengetahui Golongan Darah itu Penting?
- 07 Okt 2024 12:30 WIB
- Cirebon
KBRN, Cirebon: Golongan darah merupakan faktor penting yang sering kali terlewatkan, namun memiliki peran krusial dalam menjaga kesehatan tubuh, terutama dalam situasi medis seperti transfusi darah. Setiap manusia memiliki golongan darah yang berbeda, dan setiap jenis darah membawa antigen yang spesifik. Sistem kekebalan tubuh bertugas untuk mengenali dan mempertahankan tubuh dari sel-sel asing yang berpotensi membahayakan. Itulah mengapa memahami golongan darah dan kecocokan transfusi sangat penting demi menjaga keselamatan pasien dalam berbagai prosedur medis.
Sistem kekebalan tubuh berfungsi sebagai pelindung dari unsur-unsur asing yang masuk ke dalam tubuh. Sistem ini mampu mendeteksi antigen, baik sebagai bagian dari tubuh maupun benda asing. Agar transfusi darah berlangsung aman, sistem kekebalan seseorang perlu mengenali sel donor sebagai sel yang sesuai dengan tubuhnya. Jika tidak ada kecocokan, sel-sel tersebut akan ditolak oleh tubuh. Sistem kekebalan memproduksi protein yang disebut antibodi, yang berperan melindungi tubuh ketika sel asing masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi yang bereaksi terhadap golongan darah lainnya tergantung pada golongan darah seseorang.
Dikutip dari laman kidshealth.org, jika seorang pasien mendapatkan golongan darah yang salah, antibodi akan segera menghancurkan sel-sel asing tersebut. Respons tubuh yang agresif ini dapat menyebabkan seseorang mengalami demam, menggigil, dan tekanan darah rendah. Bahkan, hal ini dapat menyebabkan sistem tubuh yang vital seperti pernapasan atau ginjal yang gagal berfungsi. Berikut adalah contoh bagaimana proses golongan darah dan antibodi bekerja:
Misalnya Anda memiliki golongan darah A. Karena darah Anda mengandung marker A, maka tubuh Anda menghasilkan antibodi B. Jika marker B (yang ditemukan dalam golongan darah B atau AB) masuk ke tubuh Anda, sistem kekebalan tubuh Anda akan menyerang mereka. Artinya, Anda hanya dapat menerima transfusi dari seseorang dengan golongan darah A atau O, bukan dari seseorang dengan golongan darah B atau AB. Dengan cara yang sama, jika Anda memiliki marker B, tubuh Anda akan menghasilkan antibodi A. Jadi sebagai seseorang dengan golongan darah B, Anda dapat menerima transfusi dari seseorang dengan golongan darah B atau O, tetapi tidak A atau AB.
Hal-hal sedikit berbeda untuk orang dengan golongan darah AB atau O, jika Anda memiliki marker A dan B pada sel darah Anda (golongan darah AB), tubuh Anda tidak perlu melawan keberadaan salah satunya. Artinya seseorang dengan golongan darah AB dapat menerima transfusi dari seseorang dengan golongan darah A, B, AB, atau O. Tetapi jika Anda memiliki golongan darah O, sel darah merah Anda tidak memiliki marker A atau B. Jadi, tubuh Anda memiliki antibodi A dan B dan akan merasa perlu mempertahankan diri dari darah A, B, dan AB. Seseorang dengan golongan darah O hanya dapat menerima transfusi dengan golongan darah O.
Transfusi darah merupakan salah satu prosedur medis yang paling sering dilakukan di rumah sakit untuk menyelamatkan nyawa. Setiap harinya, darah diperoleh dari pendonor yang sehat, dan kebutuhan akan pendonor darah tetap tinggi. Memahami pentingnya golongan darah dalam transfusi bukan hanya soal kompatibilitas, tetapi juga soal nyawa yang bisa diselamatkan. Dengan meningkatnya kebutuhan darah di fasilitas kesehatan, peran pendonor darah menjadi semakin penting. Setiap tetes darah yang didonorkan tidak hanya membantu menyelamatkan nyawa, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Donor darah adalah tindakan sederhana yang membawa dampak besar. Mari kita tingkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mendonorkan darah, karena dengan membantu orang lain, kita juga turut berkontribusi bagi kesehatan bersama.
(Sumber: Fitriyah Andini_Universitas Diponegoro, kidshealth.org)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....