Pertumbuhan Ekonomi Kendari Capai 6,58 Persen di Triwulan II

  • 17 Sep 2026 16:51 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari mengevaluasi perkembangan pertumbuhan ekonomi dan serapan anggaran daerah dalam Rapat Koordinasi dan Evaluasi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Kamis 17 September 2026.

Rapat diikuti Wakil Wali Kota Kendari Sudirman bersama Sekda Kendari Amir Hasan serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Konawe dan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan untuk memperkuat sinergi pembangunan dan membahas sejumlah persoalan yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi antardaerah.

Berdasarkan data BPS yang dihimpun Kementerian Dalam Negeri, ekonomi Kota Kendari tumbuh 5,16 persen pada 2025, kemudian meningkat menjadi 7,78 persen pada Triwulan I 2026 dan berada pada level 6,58 persen pada Triwulan II 2026.

Pada Triwulan I 2026, pertumbuhan tersebut antara lain ditopang sektor konstruksi yang meningkat dari 1,26 persen pada 2025 menjadi 13,88 persen, penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 17,36 persen, real estat 8,36 persen, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang naik dari 2,98 persen menjadi 7,40 persen.

Wakil Wali Kota Kendari Sudirman mengatakan peningkatan sektor pertanian tidak terlepas dari kolaborasi Pemerintah Kota Kendari dengan Kementerian Pertanian, terutama dalam optimalisasi kawasan Amohalo.

“Komunikasi Pemerintah Kota dengan Kementerian Pertanian itu sangat luar biasa intensnya. Alhamdulillah melalui pendekatan itu banyak bantuan yang turun ke Amohalo sehingga sawah pertanian kami hampir tidak ada yang tidak terisi,” ujar Sudirman.

Menurut Sudirman, pola pengelolaan kawasan pertanian di Amohalo selanjutnya akan diterapkan di wilayah Labibia untuk mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Rapat juga mengevaluasi sektor yang mengalami perlambatan, salah satunya industri pengolahan yang turun dari 12,47 persen pada 2025 menjadi 3,81 persen pada Triwulan I 2026.

Dari sisi fiskal, hingga 16 September 2026 realisasi APBD Kota Kendari tercatat 68,01 persen dari pagu Rp17,93 triliun, sementara realisasi belanja modal mencapai 46,69 persen dan belanja bantuan sosial pascabencana banjir telah terealisasi 99,53 persen atau sekitar Rp192,3 juta.

Sudirman mengatakan Pemerintah Kota Kendari menargetkan serapan anggaran meningkat pada Triwulan III dan Triwulan IV 2026, terutama untuk belanja modal.

“Insya Allah di Triwulan ketiga, Triwulan keempat itu sudah paling tidak 90 persen sudah kita selesaikan. Yakin dan percaya ini lompat cepat sekali nanti di belanja modal,” ujar Sudirman.

Selain pertumbuhan ekonomi dan serapan anggaran, rapat membahas percepatan penetapan tata ruang serta penyelesaian batas administrasi antara Kota Kendari dan Kabupaten Konawe.

Kemendagri menyatakan siap memfasilitasi penyelesaian batas wilayah tersebut dan mengingatkan bahwa penanda fisik seperti gerbang tidak dapat dijadikan dasar penetapan batas administrasi resmi.

Rapat juga membahas keterbatasan pasokan bahan bangunan dari sektor Galian C yang dikeluhkan kontraktor karena berpotensi menghambat pelaksanaan proyek infrastruktur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....