Kolut Salurkan 540 Ton Beras untuk 18 Ribu Warga
- 30 Agt 2026 21:02 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menyalurkan bantuan pangan sebanyak 540,84 ton beras kepada 18.028 penerima bantuan pangan (PBP). Bantuan yang bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tersebut dialokasikan
untuk kebutuhan masyarakat selama Juli, Agustus dan September 2026.
Penyaluran bantuan untuk tiga bulan sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah daerah membantu memenuhi kebutuhan pangan pokok masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.
Setiap penerima mendapatkan alokasi sebanyak 30 kilogram beras untuk tiga bulan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta jarak wilayah penerima dari gudang penyimpanan beras.
Bupati Kolaka Utara Nurrahman Umar mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang masuk dalam daftar penerima. Pemerintah daerah juga memastikan proses distribusi dilakukan sesuai data yang telah ditetapkan.
“Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Masing-masing penerima mendapatkan alokasi tiga bulan sekaligus dengan total 30 kilogram beras,” kata Nurrahman saat dikonfirmasi di Kendari, Minggu, 30 Agustus 2026.
Data penerima bantuan menggunakan hasil verifikasi dan validasi Kementerian Sosial. Karena itu, pemerintah kecamatan dan desa diminta memastikan bantuan diterima oleh warga yang sesuai dengan daftar penerima.
Pengawasan juga diperlukan untuk mengantisipasi perubahan kondisi penerima bantuan. Pemerintah daerah meminta aparat di tingkat kecamatan dan desa segera melaporkan apabila terdapat penerima yang meninggal dunia atau telah pindah namun datanya belum diperbarui.
| Baca juga: Produksi Beras Indonesia Naik 13,5 Persen |
“Jika di lapangan ada penerima yang sudah meninggal dunia atau pindah domisili dan belum terlaporkan, segera dikoordinasikan serta diperbarui datanya. Kita ingin bantuan ini benar-benar diterima warga yang berhak,” ujarnya.
Sementara itu, penyaluran beras dilakukan secara bertahap oleh Perum Bulog dengan memperhatikan kondisi wilayah Kolaka Utara yang memiliki jarak cukup jauh dari gudang Bulog di Kabupaten Kolaka.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Kolaka Adriansyah mengatakan, pengiriman tahap awal diprioritaskan ke sejumlah kecamatan yang memiliki jarak paling jauh. Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan dapat menjangkau masyarakat di wilayah tersebut lebih dahulu.
“Untuk tahap awal, pengiriman menyasar Kecamatan Pakue sebanyak 44 ton, lalu dilanjutkan ke Tolala, Porehu, Batu Putih, Pakue Utara, dan Pakue Tengah sebelum menjangkau kecamatan lainnya,” kata Adriansyah.
Selain memastikan penyaluran bantuan berjalan, Bulog juga menjaga ketersediaan beras untuk kebutuhan masyarakat dan program pemerintah. Stok beras medium yang tersedia di gudang Bulog Kolaka saat ini disebut mencapai sekitar 20 ribu ton.
Ketersediaan tersebut didukung melalui penyerapan gabah hasil panen petani di sejumlah wilayah sentra produksi Kolaka Raya. Penyerapan dilakukan untuk memperkuat cadangan pangan sekaligus menjaga kesinambungan pasokan beras.
Sejumlah wilayah seperti Wawo dan Lantari Jaya menjadi bagian dari daerah yang memiliki potensi produksi. Hasil panen dari wilayah tersebut diharapkan dapat terus diserap sehingga ketersediaan beras tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun mendukung program pangan pemerintah.
Dengan penyaluran bantuan sebanyak 540,84 ton kepada lebih dari 18 ribu penerima, Pemkab Kolaka Utara berharap bantuan pangan dapat meringankan kebutuhan masyarakat selama tiga bulan sekaligus. Distribusi yang tepat sasaran dan dukungan ketersediaan stok di tingkat Bulog menjadi bagian penting agar bantuan pangan pemerintah dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....