Pembangunan TPST Modern Puuwatu Kendari Dimulai Tahun Depan
- 28 Agt 2026 15:24 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari menargetkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu atau TPST modern di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Puuwatu mulai direalisasikan pada 2027.
Pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari rencana Pemkot Kendari melakukan perubahan sistem pengelolaan sampah, dari metode pembuangan terbuka atau open dumping menuju sistem yang lebih aman dan ramah lingkungan.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan kawasan TPA Puuwatu memiliki luas sekitar 36 hektare dan akan menjadi lokasi pengembangan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu.
Menurutnya, perubahan sistem tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mengurangi pola pembuangan terbuka dan mulai menerapkan sanitary landfill sebagai metode pengelolaan sampah di kawasan TPA.
“Sebentar lagi kita akan menghilangkan yang namanya open dumping dengan sanitary landfill secara perlahan-lahan. Dan di area sana itu akan menjadi lokasi TPST atau hanggar kita untuk 2027,” ujarnya, Jumat 28 Agustus 2026.
Pembangunan hanggar TPST nantinya akan menyediakan area khusus untuk mengolah sampah sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir. Sistem tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir sebagai residu.
Keberadaan TPST juga diharapkan membuat pengelolaan sampah di Kota Kendari menjadi lebih terarah. Sampah yang masuk dapat terlebih dahulu diproses sesuai jenis dan karakteristiknya sebelum dilakukan penanganan lanjutan.
Pemkot Kendari juga mendorong perubahan perilaku masyarakat sebagai bagian dari pembenahan sistem persampahan.
Pemilahan sampah sejak dari rumah dinilai penting agar proses pengolahan di TPST dapat berjalan lebih efektif.
Masyarakat diharapkan mulai memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum dibuang. Langkah tersebut dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan peluang pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna.
Siska menegaskan pembangunan infrastruktur persampahan tidak akan cukup apabila tidak diikuti perubahan kebiasaan masyarakat. Karena itu, keterlibatan warga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan penataan sampah di Kota Kendari.
“Mohon dukungannya semua masyarakat Kota Kendari, dan jangan lupa kunci utamanya adalah pemilahan sampah dari rumah. Infrastruktur memang kita siapkan, tetapi kalau dari sumbernya sampah tidak dipilah, tentu pengolahan yang kita lakukan juga tidak akan maksimal,” ujarnya.
Penerapan sanitary landfill menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari sistem open dumping. Perubahan tersebut diharapkan dapat menciptakan kawasan pengelolaan sampah yang lebih tertata dan terkendali.
Selain TPST, kawasan TPA Puuwatu akan terus ditata agar mampu mendukung sistem persampahan Kota Kendari secara berkelanjutan. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengolahan sampah sekaligus kondisi lingkungan di sekitar kawasan.
Pemkot Kendari optimistis pembangunan TPST pada 2027 dapat menjadi langkah penting dalam transformasi pengelolaan sampah daerah. Fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus mengurangi sampah yang langsung dibuang ke area akhir.
Dengan pembangunan TPST dan penerapan sanitary landfill yang dilakukan secara bertahap, Kota Kendari diarahkan menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan. Upaya tersebut sekaligus membutuhkan konsistensi pemerintah dan masyarakat dalam mengurangi serta memilah sampah sejak dari sumbernya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....