Pemkab Kolaka Siapkan Lahan Penggilingan Padi Modern Terintegrasi
- 15 Sep 2026 19:56 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyiapkan lahan seluas empat hektare di Kecamatan Samaturu untuk mendukung rencana pembangunan lumbung pangan dan rice milling unit (RMU) atau unit penggilingan padi modern terintegrasi yang akan dibangun melalui dukungan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kolaka, Abbas, mengatakan kesiapan lahan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan potensi produksi gabah petani dapat ditangani melalui fasilitas pascapanen yang memadai.
Menurut Abbas, lahan yang disiapkan tersebut memiliki luas dua kali lipat dari kebutuhan minimal yang dipersyaratkan untuk pembangunan fasilitas. Tidak hanya luasnya mencukupi, lahan tersebut juga telah memiliki sertifikat atas nama pemerintah daerah sehingga diharapkan dapat mempercepat tahapan pembangunan.
“Pemerintah pusat melalui Bulog menyiapkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur cadangan pascapanen. Syaratnya membutuhkan lahan kurang lebih dua hektare yang real and clear. Alhamdulillah, kita punya lokasinya di Kecamatan Samaturu seluas empat hektare dan itu sudah sertifikat pemerintah,” ujarnya, Selasa, 15 September 2026.
Abbas menjelaskan, Kolaka memiliki basis pertanian sawah yang cukup besar dengan luas kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai sekitar 8.831 hektare. Kondisi tersebut menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pengembangan fasilitas pengolahan hasil pertanian di daerah.
Dengan pola dua kali musim panen dalam setahun, potensi produksi gabah dan beras di Kabupaten Kolaka diperkirakan mencapai sekitar 16,6 ribu ton per tahun. Besarnya potensi tersebut dinilai membutuhkan dukungan fasilitas pascapanen berkapasitas besar agar hasil produksi petani dapat ditangani secara optimal.
“Dengan potensi produktivitas hingga 16.625 ton per tahun tersebut, Kolaka secara rasional sangat membutuhkan keberadaan RMU dengan kapasitas besar dan terintegrasi untuk menampung hasil panen petani secara maksimal,” tambahnya.
Usulan pembangunan lumbung pangan dan RMU modern terintegrasi tersebut sebelumnya telah dibawa langsung oleh Bupati Kolaka bersama jajaran Pemkab Kolaka dalam audiensi dengan Menteri Pertanian dan Perum Bulog di Jakarta. Dari pertemuan tersebut, usulan pembangunan fasilitas untuk Kabupaten Kolaka disepakati mendapat dukungan pemerintah pusat pada 2027.
Abbas memperkirakan, berdasarkan pembangunan fasilitas serupa di sejumlah daerah, kebutuhan anggaran untuk satu paket pembangunan lumbung pangan dan RMU terintegrasi mencapai sekitar Rp80 miliar. Fasilitas tersebut nantinya dirancang memiliki kapasitas penggilingan antara enam hingga 10 ton gabah per jam.
“Kalau merujuk di tempat lain yang sudah mendapatkan sebelumnya seperti di Kolaka Timur, Konawe dan seterusnya, itu anggarannya kurang lebih 80 miliar dalam satu paket kegiatan lumbung pangan dan RMU terintegrasi,” tambahnya.
Keberadaan RMU di Kabupaten Kolaka diharapkan dapat memangkas rantai pengolahan hasil panen yang selama ini membuat sebagian gabah petani harus dibawa keluar daerah. Abbas menyebut, gabah hasil panen petani Kolaka selama ini kerap dikirim ke Sidrap, Sulawesi Selatan, untuk diolah sebelum berasnya kembali dipasarkan di Kolaka.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat pengelolaan hasil pertanian, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani melalui proses pascapanen yang lebih efisien. Pemerintah daerah optimistis keberadaan RMU modern nantinya dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi gabah dan beras di Kabupaten Kolaka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....