Status Darurat Banjir Kendari: Posko dan Petugas Terus Disiagakan

  • 18 Mei 2026 14:32 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota Kendari kembali memperpanjang status masa tanggap darurat bencana banjir selama tujuh hari ke depan.

Langkah ini diambil setelah hujan lebat kembali mengguyur wilayah Kota Kendari pada Sabtu malam yang mengakibatkan sejumlah kawasan kembali terendam air.

Kepala BPBD Kota Kendari Cornelius Padang menjelaskan bahwa perpanjangan masa darurat ini dilakukan karena adanya wilayah darurat baru yang terdampak banjir susulan.

Beberapa titik yang kembali terendam di antaranya berada di wilayah Kecamatan Wua-Wua, Kadia, Baruga, Mandonga, hingga Puuwatu.

"Kita memperpanjang ini sebenarnya karena kembalinya terjadi hujan lebat pada Sabtu malam, sehingga terdapat wilayah-wilayah yang terdampak lagi banjir," ujar Cornelius Padang.

Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan aksi pembersihan sisa lumpur di beberapa lokasi fasilitas pendidikan dan perumahan warga.

Khusus di bantaran Kali Wanggu yang kembali terendam, BPBD bersinergi dengan mengerahkan personel TNI dari jajaran Kodim, Angkatan Laut, serta Angkatan Udara.

Terkait data warga terdampak, Cornelius menyebutkan angka di lapangan sangat fluktuatif dan dinamis karena adanya penambahan lokasi banjir yang baru.

Data awal mencatat sebanyak 1.339 kepala keluarga dengan total 5.445 jiwa terdampak, namun banjir susulan pada akhir pekan kemarin menambah sekitar 60 hingga 80 kepala keluarga baru.

"Karena ini tanggap darurat ya kita menyediakan tenda posko komando, kemudian dapur umum, dan kemudian setiap hari kita apel penanganan dulu sebelum turun ke masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari terus bersiaga penuh melakukan evakuasi barang dan penyemprotan material lumpur.

Kepala Dinas Damkarmat Kota Kendari Ahriawandy menjelaskan bahwa proses pembersihan sebenarnya sempat selesai, namun petugas harus mengulang kembali akibat banjir susulan.

Sebelum terjadi hujan lebat pada Sabtu malam, personel Damkarmat tercatat telah berhasil membersihkan sedikitnya 60 unit rumah warga di tiga kecamatan berbeda.

Selain fokus pembersihan, armada pemadam kebakaran juga dikerahkan untuk menyuplai pasokan air bersih bagi keperluan sanitasi di 43 rumah warga.

"Kebutuhan rumah karena biasa diakibatkan karena banjir biasa padam lampu, jadi mereka untuk airnya tidak ada," jelas Ahriawandy.

Damkarmat Kota Kendari menurunkan kekuatan penuh sebanyak 30 personel yang didukung oleh tujuh unit kendaraan operasional termasuk tim penyelamat.

Di beberapa titik seperti kawasan Kampung KB, petugas terpaksa menunda penyemprotan berkala karena kondisi air luapan yang belum sepenuhnya surut.

Petugas di lapangan memilih untuk menunggu debit air menurun terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses pembersihan total di area pemukiman warga tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....