Verstappen Akui Strategi Ban Red Bull Jadi Masalah di Miami di F1 2026
- 11 Mei 2026 07:14 WIB
- Kendari
Poin Utama
- F1
- F1 2026
- F1 GP Miami
- Max Verstappen
- F1 Red Bull Racing Team
RRI.CO.ID, Kendari - Max Verstappen mengakui bahwa strategi awal pit stop yang diterapkan Red Bull Racing pada Formula 1 GP Miami 2026 membuat dirinya kesulitan untuk bersaing memperebutkan posisi yang lebih tinggi dari finish kelima (P5). Meski demikian, juara dunia asal Belanda itu tetap melihat adanya perkembangan positif dari performa tim sepanjang akhir pekan di Miami, terutama setelah Red Bull membawa paket upgrade besar untuk mobil RB22 mereka. Upgrade tersebut menjadi bagian dari upaya tim asal Milton Keynes untuk bangkit setelah awal musim yang mengecewakan, di mana hasil terbaik mereka sebelumnya hanyalah finish keenam (P6) pada seri pembuka musim.

Performa Red Bull mulai menunjukkan peningkatan sejak sesi Sprint. Max Verstappen mampu mengamankan posisi lima besar (P5), sebelum tampil kompetitif pada sesi kualifikasi Grand Prix utama. Ia bahkan nyaris merebut pole position (P1), namun harus puas start dari posisi kedua (P2) setelah kalah tipis 0,166 detik dari pembalap Mercedes muda, Kimi Antonelli, dalam sesi kualifikasi yang berlangsung sangat ketat.

Sayangnya, peluang Max Verstappen untuk bertarung di barisan depan langsung runtuh hanya beberapa tikungan setelah start dimulai. Pembalap Belanda itu melakukan lock-up saat memasuki Tikungan 1 sehingga kehilangan posisi dari pembalap Ferrari, Charles Leclerc. Situasi menjadi lebih buruk ketika Max Verstappen kehilangan kendali mobilnya di Tikungan 2 dan berputar dramatis hingga turun ke posisi ke-10 (P10).

Mengenang insiden tersebut, Max Verstappen mengaku kecewa dengan kesalahan yang terjadi di lap awal. Ia menjelaskan bahwa bagian belakang mobil tiba-tiba kehilangan grip, sehingga dirinya berusaha meminimalisir kerusakan dengan mencoba mengendalikan mobil melalui putaran 360 derajat agar tidak menghantam pembalap lain maupun dinding pembatas lintasan.

Setelah insiden itu, posisi Max Verstappen kembali merosot ketika Red Bull memutuskan mengganti ban medium miliknya ke kompon hard saat periode Safety Car berlangsung. Safety Car keluar setelah mobil rekan setimnya, Isack Hadjar, harus dievakuasi dari lintasan, bersamaan dengan mobil Alpine milik Pierre Gasly yang juga mengalami masalah terpisah.

Strategi pit stop lebih awal tersebut sempat membuat Max Verstappen memimpin balapan karena rival-rivalnya memilih bertahan lebih lama di lintasan sebelum masuk pit. Namun keuntungan itu tidak bertahan hingga akhir lomba. Dengan stint ban hard yang terlalu panjang, performa bannya mulai menurun drastis menjelang finish. Akibatnya, Max Verstappen kehilangan posisi dari pembalap McLaren, Oscar Piastri, serta pembalap Mercedes, George Russell.

Pada fase akhir balapan, posisi keenam (P6) tampaknya menjadi hasil maksimal yang bisa diraih Max Verstappen. Akan tetapi drama kembali terjadi di lap terakhir ketika Charles Leclerc kehilangan kendali mobil Ferrari miliknya, berputar dan menghantam dinding pembatas. Insiden itu menyebabkan kerusakan pada mobil sang pembalap Monako sehingga ia harus melaju perlahan hingga garis finish. Max Verstappen akhirnya mampu merebut posisi kelima (P5) dengan selisih kurang dari tiga persepuluh detik.

Walaupun Max Verstappen kemudian menerima penalti waktu lima detik seusai balapan akibat melanggar garis pit exit, ia tetap mempertahankan posisi kelima (P5). Hal itu terjadi karena Charles Leclerc justru dijatuhi penalti lebih berat berupa tambahan 20 detik setelah beberapa kali keluar lintasan pada lap terakhir.

Max Verstappen pun mengakui bahwa keputusan memakai ban hard lebih awal kemungkinan bukan strategi terbaik jika melihat hasil akhir balapan. Menurutnya, stint menggunakan ban keras berlangsung terlalu panjang sehingga sangat sulit menjaga performa ban tetap hidup hingga finish. Ia juga merasa mobil Red Bull tidak cukup kompetitif saat menggunakan kompon hard, berbeda dengan performa mobil yang terasa lebih nyaman dan kompetitif ketika memakai ban medium di awal lomba.

Meski hasil akhir belum sepenuhnya memuaskan, Max Verstappen tetap melihat adanya tanda-tanda kemajuan dari paket upgrade terbaru Red Bull. Namun ia sadar tim masih harus bekerja keras untuk benar-benar kembali bersaing di barisan depan Formula 1 musim 2026, terutama menghadapi tekanan dari Mercedes dan McLaren yang kini tampil jauh lebih konsisten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....