Vasseur Jelaskan Alasan Ferrari Memanggil Hamilton saat Safety Car

  • 11 Jul 2026 10:39 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Ferrari mempertahankan keputusan memanggil Hamilton pit saat Safety Car di Grand Prix Inggris adalah strategi paling tepat meskipun hasilnya kehilangan posisi kedua kepada Russell.
  • Charles Leclerc memenangkan Grand Prix Inggris, menjadi kemenangan kedua Ferrari dalam tiga seri terakhir yang menunjukkan peningkatan signifikan performa mobil SF-26.
  • Fred Vasseur menekankan bahwa persaingan musim 2026 masih panjang dan Ferrari fokus pada akumulasi penyempurnaan kecil yang konsisten daripada solusi instan untuk menghadapi Mercedes.

RRI.CO.ID, Kendari - Ferrari mempertahankan keyakinannya bahwa strategi memanggil Lewis Hamilton masuk pit saat Safety Car di penghujung Grand Prix Inggris merupakan keputusan paling tepat, meskipun konsekuensinya pembalap asal Inggris tersebut kehilangan posisi kedua dari George Russell ketika balapan berakhir tanpa restart.


Team Principal Fred Vasseur menjelaskan bahwa tim telah mempertimbangkan seluruh kemungkinan sebelum mengambil keputusan tersebut. Menurutnya, apabila Hamilton tetap bertahan di lintasan menggunakan ban lama sementara Russell mengganti ban lunak baru, risiko kehilangan posisi justru akan semakin besar apabila balapan kembali dilanjutkan. Ferrari sejak awal memperkirakan lomba masih akan di-restart sehingga memberikan ban baru kepada Hamilton dianggap sebagai langkah terbaik berdasarkan situasi saat itu. Walaupun akhirnya Safety Car tetap berada di lintasan hingga bendera finis dikibarkan dan Russell berhasil mempertahankan posisi kedua, Vasseur menegaskan dirinya tidak menyesali keputusan tersebut dan akan melakukan hal yang sama jika menghadapi kondisi serupa di masa mendatang.


Di balik kekecewaan kehilangan posisi Hamilton, Ferrari tetap meninggalkan Silverstone dengan rasa optimistis berkat kemenangan Charles Leclerc yang menjadi kemenangan kedua tim dalam tiga seri terakhir. Hasil tersebut semakin memperlihatkan perkembangan signifikan mobil SF-26 yang perlahan mulai mampu bersaing secara konsisten dengan Mercedes. Vasseur mengakui Ferrari memang masih memiliki kekurangan dari sisi performa keseluruhan, terutama di sirkuit yang sangat mengandalkan tenaga mesin seperti Silverstone. Namun ia menilai peningkatan yang dicapai tim bukan berasal dari satu komponen baru, melainkan hasil akumulasi berbagai penyempurnaan kecil pada setelan mobil sepanjang akhir pekan. Kondisi angin yang berubah-ubah serta karakter lintasan yang menuntut performa aerodinamika bagian depan juga menjadi faktor yang berhasil diantisipasi Ferrari dengan baik.


Bos Ferrari itu juga mengingatkan bahwa persaingan musim ini masih sangat panjang sehingga tim tidak boleh cepat puas. Menurutnya, setiap seri menghadirkan tantangan berbeda sehingga Ferrari harus selalu memulai pekerjaan dari nol setiap akhir pekan. Fokus utama tim adalah terus menemukan peningkatan kecil di setiap area mobil, karena justru akumulasi penyempurnaan tersebut yang akan menentukan keberhasilan dalam perebutan gelar sepanjang musim. Vasseur menegaskan tidak ada solusi instan yang mampu memangkas selisih performa hingga beberapa persepuluh detik dalam satu balapan. Oleh sebab itu, Ferrari akan tetap mengandalkan proses pengembangan yang konsisten ketika menghadapi putaran berikutnya di Spa-Francorchamps.


Selain kemajuan performa mobil, Vasseur merasa kemenangan di Silverstone memiliki arti besar bagi Charles Leclerc secara pribadi. Ia mengungkapkan bahwa Ferrari tidak pernah meragukan kemampuan pembalap asal Monako tersebut meski hasil beberapa balapan terakhir kurang memuaskan. Berdasarkan data internal, Leclerc sebenarnya tetap menunjukkan kecepatan yang kompetitif, hanya saja rentetan insiden membuatnya gagal mengonversi performa tersebut menjadi hasil maksimal. Adaptasi terhadap perubahan setelan mobil, termasuk penggunaan sistem rem baru beberapa seri lalu, juga membutuhkan waktu sebelum Leclerc kembali menemukan kenyamanan saat mengemudi. Karena itulah kemenangan di Grand Prix Inggris diyakini menjadi dorongan kepercayaan diri yang sangat penting bagi Leclerc, sekaligus menjadi sinyal bahwa Ferrari kini semakin siap memberikan tekanan kepada Mercedes dalam perebutan kemenangan pada sisa musim F1 2026.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....