Wolff Kecewa Mobil Antonelli Rusak saat Berpeluang Menang pada GP Silverstone

  • 11 Jul 2026 10:38 WIB
  •  Kendari
Poin Utama
  • Kimi Antonelli memulai dari Pole Position namun mengalami kerusakan pelindung roda depan kiri yang menyebabkan kesulitan mengendalikan mobil Mercedes W17.
  • Toto Wolff yakin Antonelli memiliki kecepatan kompetitif dan berpotensi menyalip Charles Leclerc dengan sisa 5-6 lap jika tidak ada masalah teknis.
  • Gangguan mekanis dan penalti waktu lima detik menyebabkan Antonelli harus puas finis di posisi ke-15 tanpa poin, padahal sebelumnya berpeluang besar menang.
  • Ini adalah kali kedua musim 2026 Antonelli kehilangan hasil besar akibat persoalan reliabilitas, setelah sebelumnya gagal di Grand Prix Spanyol.
  • Mercedes sedang menyelidiki penyebab kerusakan yang diduga dimulai dari Tikungan 9 ketika serat karbon menghambat roda depan kiri.

RRI.CO.ID, Kendari - Toto Wolff menilai Grand Prix Inggris seharusnya bisa menyajikan duel spektakuler antara Kimi Antonelli dan Charles Leclerc dalam perebutan kemenangan apabila pembalap Mercedes tersebut tidak mengalami masalah teknis menjelang akhir lomba. Antonelli yang memulai balapan dari Pole Position (P1) sempat kehilangan posisi terdepan akibat disalip dua pembalap Ferrari pada lap pembuka. Namun, performanya terus meningkat seiring jalannya balapan.



Setelah berhasil menyalip Lewis Hamilton, Mercedes memilih memperpanjang penggunaan ban medium sebelum menggantinya dengan ban keras yang lebih segar. Strategi itu membuat Antonelli memang kembali ke lintasan dengan selisih sekitar 7,5 detik dari Leclerc, tetapi memiliki keuntungan besar dari kondisi ban yang masih sangat baik. Perlahan namun pasti, ia mulai memangkas jarak dengan pemimpin lomba dan terlihat memiliki peluang nyata untuk menantang kemenangan.



Sayangnya, peluang tersebut sirna ketika mobil W17 mengalami kerusakan pada pelindung roda depan kiri. Gangguan itu membuat Antonelli kesulitan membelokkan mobil dan kehilangan banyak waktu di setiap tikungan. Mercedes sempat memanggilnya masuk pit sebanyak dua kali untuk mencoba mengatasi masalah tersebut, tetapi kerusakan tidak dapat dipulihkan sepenuhnya. Di tengah kesulitan mengendalikan mobil, Antonelli juga beberapa kali melewati batas lintasan sehingga dijatuhi penalti waktu lima detik oleh steward. Kombinasi kerusakan teknis dan hukuman tersebut membuat pembalap muda Italia itu harus puas mengakhiri balapan di posisi ke-15 (P15) tanpa membawa pulang satu poin pun, padahal sebelumnya berpeluang besar finis di posisi terdepan.



Menurut Wolff, data menunjukkan Antonelli memiliki kecepatan yang sangat kompetitif sebelum masalah muncul. Ia bahkan menyebut pembalap berusia 19 tahun itu sempat mencatat waktu hampir dua detik lebih cepat daripada Leclerc pada beberapa putaran, sehingga diyakini mampu menyusul Ferrari dengan sisa sekitar lima hingga enam lap. Bos Mercedes tersebut mengatakan pertarungan antara Antonelli dan Leclerc berpotensi menjadi salah satu duel terbaik musim ini karena keduanya sama-sama berada dalam performa terbaik. Meski hasil akhirnya tidak pernah bisa dipastikan, Wolff merasa para penggemar kehilangan kesempatan menyaksikan duel menarik akibat gangguan mekanis yang menimpa mobil Mercedes.



Kini Mercedes tengah melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kegagalan komponen tersebut. Wolff menjelaskan indikasi awal mengarah pada munculnya masalah sejak Tikungan 9, ketika bagian serat karbon diduga menghambat pergerakan roda depan kiri sebelum akhirnya terlepas. Namun, tim masih memerlukan analisis lebih rinci untuk memastikan sumber kerusakan dan mencegah kejadian serupa terulang pada seri-seri berikutnya. Kegagalan di Silverstone membuat keunggulan Antonelli di puncak klasemen pembalap terpangkas menjadi 25 poin atas George Russell. Ini juga menjadi kedua kalinya musim ini Antonelli kehilangan hasil besar akibat persoalan reliabilitas, setelah sebelumnya gagal mengamankan posisi kedua di Grand Prix Spanyol karena masalah mekanis. Wolff pun berharap pembalap mudanya dapat segera bangkit, sembari mengingatkan bahwa dalam Formula 1, kecepatan saja tidak cukup tanpa dukungan keandalan mobil yang maksimal.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....