Korban Dugaan Perampokan dan Pelecehan di Kendari Luruskan Video Viral
- 21 Sep 2026 18:05 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Wanita berinisial S (44), yang melaporkan dugaan perampokan dan pelecehan oleh mantan suaminya berinisial I (44), memberikan klarifikasi terkait video pertemuan keduanya yang beredar di media sosial, di Kendari, Senin 21 September 2026.
S menyayangkan sejumlah narasi yang beredar karena menurutnya tidak menggambarkan kondisi sebenarnya saat dirinya bertemu dengan I di Polresta Kendari.
S sebelumnya melaporkan dugaan peristiwa tersebut setelah dirinya mengalami kejadian saat sedang tertidur di rumahnya di BTN Permata Anawai, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-wua, Kota Kendari.
Ia menjelaskan, kedatangannya ke Polresta Kendari dilakukan setelah mendapat informasi bahwa mantan suaminya telah diamankan polisi, sekaligus untuk memastikan keberadaan barang-barang miliknya yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Setelah saya cek perhiasan yang telah diambil mantan suaminya, semuanya ada, cocok, sudah didapat sama polisi,” kata S.
Menurut S, pertemuannya dengan I di kantor polisi berlangsung tanpa persoalan. Pertemuan tersebut terjadi karena I ingin menyampaikan permintaan maaf secara langsung sekaligus meminta agar laporan dipertimbangkan untuk dicabut dengan alasan anak-anak mereka.
“Mantan suami saya minta cabut laporan alasan anak-anak, tapi saya biarkan dia jalani hukuman, siapa tahu bisa berubah. Karena persoalan anak, nanti saya yang urus, itu yang kami bahas dan saya sampaikan ke mantan suami saya,” ujarnya.
S juga membantah narasi yang menyebut dirinya menangis karena mendapat bentakan dari polisi. Ia mengatakan, dirinya menangis setelah mendengar pembicaraan mengenai anak-anak dan mengingat kejadian yang dialaminya.
“Jadi, saya menangis itu bukan karena dibentak polisi. Sekali lagi saya tegaskan, bukan karena dibentak polisi. Salah itu, saya sedih saja apalagi bahas masalah anak-anak. Saya justru ditenangkan sama polisi, jangan disalah artikan,” katanya.
S mengaku selama I belum diamankan polisi, dirinya merasa khawatir dan tidak nyaman. Setelah polisi mengamankan I dan menemukan barang-barang yang dilaporkan hilang, S mengaku kondisinya kini lebih tenang dan dapat kembali menjalani aktivitas bersama anak-anaknya.
“Bagaimanapun, Buser 77 dan jajaran Polresta Kendari yang berupaya keras menangkap pelaku sampai menemukan semua barang-barang saya. Alhamdulillah, saya bisa tenang sekarang,” ucapnya.
S berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi atau narasi yang menurutnya tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya, termasuk menggunakan kasus yang dialaminya untuk menyerang institusi kepolisian.
“Saya tidak ada masalah dengan polisi. Tolong jangan menggiring opini melalui kasus yang saya alami, apalagi tanpa konfirmasi langsung ke saya. Intinya, polisi yang membantu saya dan saya sangat mengapresiasi kinerja cepat mereka. Sekali lagi, saya mohon stop sampai di sini menggiring opini dan menyebarkan video-video itu,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....