BMKG Prediksi Hujan Masih Turun Sejumlah Wilayah Indonesia
- 12 Agt 2026 17:24 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami cuaca cerah berawan hingga hujan ringan pada periode 11–17 Agustus 2026. Meski demikian, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah di tengah kondisi musim kemarau yang semakin meluas.
BMKG menyebut kondisi atmosfer Indonesia saat ini semakin mendukung terbentuknya cuaca kering. Fenomena El Niño kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang cenderung positif menjadi faktor dominan yang mengurangi suplai hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Juli 2026, sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia atau 516 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Pada Dasarian III Juli, sekitar 76,3 persen wilayah tercatat mengalami sifat hujan di bawah normal.
Kondisi kering tersebut diperkirakan masih berlanjut pada awal hingga pertengahan Agustus. BMKG juga mengingatkan adanya peningkatan potensi kekeringan meteorologis serta risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.
Meskipun musim kemarau semakin dominan, dinamika atmosfer regional masih memungkinkan terbentuknya awan hujan secara lokal.
BMKG mencatat untuk periode 11–14 Agustus 2026, BMKG memperkirakan cuaca Indonesia secara umum didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, masyarakat diminta mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua.
Selain hujan, potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di Aceh, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan.
Memasuki periode 15–17 Agustus, pola cuaca secara umum masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Peningkatan hujan dengan intensitas sedang diprakirakan terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.
BMKG menjelaskan, anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 yang berada di atas +2 derajat Celsius menunjukkan bahwa El Niño berada dalam kategori kuat.
Pada saat bersamaan, indeks IOD berada di sekitar +0,63, yang menunjukkan kondisi positif. Kombinasi kedua fenomena tersebut menyebabkan musim kemarau di Indonesia cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal.
Untuk Dasarian II Agustus 2026, BMKG memperkirakan curah hujan kategori rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian, mendominasi sekitar 95,62 persen wilayah Indonesia. Sementara 4,38 persen lainnya diprakirakan berada dalam kategori menengah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....