Pemkot Kendari Cek Sejumlah SPBU, Panic Buying Disebut Jadi Alasan

  • 08 Agt 2026 11:10 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melakukan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk menelusuri penyebab antrean panjang BBM yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Pemantauan dilakukan bersama PT Pertamina Patra Niaga dan sejumlah instansi terkait, Jumat 7 Agustus 2026.

Adapun SPBU yang menjadi lokasi pemantauan antara lain SPBU Martandu, Tapak Kuda, Teratai, dan Konggoasa. Tim turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi pasokan BBM sekaligus melihat aktivitas pelayanan dan antrean kendaraan.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa pasokan BBM di Kota Kendari masih dalam kondisi aman. Antrean kendaraan yang terjadi lebih dipengaruhi oleh meningkatnya volume pembelian masyarakat atau panic buying, serta adanya peralihan sebagian konsumen dari pertamax ke pertalite.

Kondisi tersebut menyebabkan perubahan pola pembelian. Konsumen yang sebelumnya mengisi BBM sekitar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu, kini cenderung mengisi tangki kendaraan hingga penuh. Hal ini berdampak pada durasi pelayanan, di mana setiap kendaraan roda empat membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 menit untuk pengisian.

Selain itu, peralihan pengguna dari pertamax ke pertalite turut menambah kepadatan di sejumlah SPBU. Namun, kondisi berbeda terlihat di SPBU Tapak Kuda yang relatif lebih lengang karena tidak melayani penjualan pertalite.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kendari, Wawan Astanto, menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Kendari masih mencukupi. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Stok BBM di Kota Kendari masih mencukupi. Antrean yang terjadi lebih disebabkan meningkatnya volume pembelian, bukan karena kelangkaan pasokan. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying,” ujar Wawan.

Wawan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi terkait kelangkaan BBM yang belum jelas sumbernya. Warga diimbau untuk memperoleh informasi melalui kanal resmi pemerintah.

Pemkot Kendari akan meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran BBM dengan melakukan pemantauan berkala di SPBU serta berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas guna memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan.

Dalam pemantauan tersebut, Hiswana Migas turut mengusulkan pembatasan pembelian BBM bersubsidi, yakni maksimal 50 liter per hari untuk kendaraan roda empat dan 10 liter per hari untuk kendaraan roda dua. Usulan ini bertujuan agar penyaluran BBM bersubsidi lebih tepat sasaran serta mengurangi kepadatan antrean.

Pemkot Kendari mengingatkan masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM bersubsidi secara bijak agar ketersediaannya tetap terjaga bagi masyarakat yang berhak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....