BMKG Meminta Masyarakat Waspada Dampak Musim Kemarau
- 12 Agt 2026 17:22 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Menghadapi kondisi kemarau yang semakin dominan, BMKG mengimbau masyarakat mengantisipasi dampak cuaca panas dan udara yang lebih kering. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan pelindung atau tabir surya serta menjaga kecukupan cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi dan kelelahan.
BMKG juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah menghemat penggunaan air serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan karhutla.
Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan yang mudah terbakar seperti lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan. Jika menemukan indikasi titik api atau hotspot, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak terkait.
BMKG menegaskan bahwa musim kemarau bukan berarti seluruh wilayah Indonesia terbebas dari hujan. Hujan ringan hingga sedang yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang masih berpotensi terjadi secara lokal.
Karena itu, masyarakat perlu tetap waspada terhadap kemungkinan pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan air, serta sambaran petir ketika hujan dan angin kencang terjadi. Masyarakat juga dianjurkan tidak berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan yang rapuh ketika cuaca buruk berlangsung.
BMKG meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, termasuk laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial resmi @infobmkg.
Dengan kondisi El Niño yang semakin kuat dan musim kemarau yang meluas, kewaspadaan tetap diperlukan. Di satu sisi masyarakat perlu bersiap menghadapi kekeringan, keterbatasan air, dan karhutla, sementara di sisi lain hujan lokal dan angin kencang masih dapat muncul secara tiba-tiba di sejumlah wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....