Tangani Karhutla Koltim, Pemprov Sultra Perkuat Pemadaman hingga Mitigasi
- 17 Sep 2026 09:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, dilakukan secara terpadu. Pemerintah Provinsi Sultra menggabungkan upaya pemadaman, pelayanan kesehatan, dukungan logistik, serta pemetaan kawasan rawan kebakaran.
Hingga 16 September 2026, BPBD Kabupaten Kolaka Timur mencatat sekitar 423,14 hektare lahan terdampak Karhutla. Wilayah terdampak tersebar di tiga kecamatan, tujuh desa, dan satu kelurahan.

BPBD Provinsi Sultra mengerahkan personel dan peralatan untuk memperkuat BPBD Kabupaten Kolaka Timur. Pos penanganan dipusatkan di Kantor Polsek Lalolae.
Salah satu titik utama penanganan berada di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo, dengan area yang ditangani sekitar 319,35 hektare. Sebagian wilayah tersebut merupakan lahan gambut yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Akses menuju titik api menjadi tantangan bagi petugas. Jarak sekitar satu kilometer dari permukiman warga harus ditempuh dengan berjalan kaki. Angin kencang yang berubah arah juga memengaruhi proses pemadaman.
Peralatan pemadaman dan mobil tangki air terus disiagakan untuk mendukung operasi. Personel BPBD provinsi melaksanakan tugas secara bergiliran bersama unsur pemadam lainnya.
Penanganan Karhutla juga memperhatikan kondisi kesehatan warga dan petugas. Tim medis Dinas Kesehatan Sultra memberikan pelayanan di Balai Kelurahan Tinengi kepada 35 warga.
Dari hasil pemeriksaan, 15 warga mengalami hipertensi dan 20 warga mengalami keluhan batuk, sesak napas, serta ISPA.
Layanan kesehatan kemudian dilakukan di Desa Solewatu dengan sasaran 30 warga. Di Desa Weamo, pelayanan diberikan kepada warga dan petugas pemadam dari Manggala Agni, TNI/Polri, serta BPBD.
Untuk mendukung pelayanan, kebutuhan mendesak yang telah teridentifikasi meliputi obat-obatan, vitamin, dan masker N95.
Dari sisi mitigasi, DLH Provinsi Sultra melakukan pemetaan dan analisis lahan gambut yang rawan Karhutla. Langkah ini untuk melihat pola dan kecenderungan kebakaran sebagai dasar edukasi serta penyusunan langkah penanganan dan mitigasi.
Koordinasi lintas instansi juga diperkuat melalui Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Karhutla dan Kekeringan Tahun 2026. Dalam rapat tersebut, Kolaka Timur menjadi prioritas penanganan Satgas Bencana Provinsi Sultra.
BWS menyatakan kesiapan memberikan dukungan peralatan dan bahan bakar bagi tim di lapangan. BWS juga menginisiasi rencana pengadaan sumur bor di sejumlah lokasi kebakaran, dengan pelaksanaan masih menunggu Instruksi Presiden.
Pemprov Sultra terus mengoptimalkan koordinasi antarinstansi agar penanganan Karhutla di Kolaka Timur berjalan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....