Sultra Ekspor 1.027 Ton Produk Pertanian ke China dan Malaysia

  • 11 Sep 2026 12:52 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Komoditas pertanian Sulawesi Tenggara mulai menembus pasar internasional melalui ekspor perdana 1.027 ton produk unggulan ke China dan Malaysia, Kamis 10 September 2026.

Ekspor dilepas di Desa Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, dengan komoditas berupa 900 ton tepung tapioka untuk pasar China dan 127 ton crude coconut oil untuk Malaysia.

Ekspor dilakukan PT Agri Cassava Makmur dan dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, Anggota Komisi IV DPR RI Jaelani, Forkopimda Sultra, Wakil Bupati Konawe Selatan, kepala OPD lingkup Pemprov Sultra serta instansi vertikal.

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka mengatakan ekspor langsung menjadi bukti potensi pertanian daerah dapat dikembangkan hingga memasuki pasar global.

Menurut Gubernur, sektor pertanian dan agroindustri memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui penguatan hilirisasi.

Selama ini sejumlah komoditas pertanian Sultra diekspor melalui daerah lain seperti Makassar dan Surabaya. Ekspor langsung dari Sultra dinilai penting agar daerah asal komoditas tercatat sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar.

“Banyak komoditi unggulan pertanian Sultra yang selama ini diekspor melalui daerah lain seperti Makassar dan Surabaya,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sultra mendorong pengembangan industri pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas pasar, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding mengatakan ekspor perdana ini menjadi awal untuk meningkatkan volume ekspor Sultra.

Karding mengapresiasi Tim Percepatan Ekspor Sultra yang dinilai mampu mengoptimalkan potensi komoditas daerah.

Menurut Karding, keberhasilan ekspor sangat ditentukan pemenuhan standar kesehatan, kualitas, mutu dan kredibilitas produk.

“Yang penting para pengusaha atau UMKM ini, standar kesehatan, kualitas, mutu dan kredibilitas terpenuhi. Kalau itu terpenuhi, ekspor bisa dilaksanakan dengan baik,” ujarnya.

Anggota Komisi IV DPR RI asal Sultra Jaelani menambahkan sektor pertanian memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah.

Sektor pertanian menyumbang sekitar 23 persen terhadap PDRB Sultra, lebih tinggi dibandingkan pertambangan sekitar 21 persen dan perdagangan sekitar 20 persen.

“Artinya, sektor pertanian ini adalah potensi yang sangat luar biasa untuk kita kembangkan,” kata Jaelani.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Sultra dan Kepala Badan Karantina Indonesia meninjau kawasan industri tepung tapioka PT Agri Cassava Makmur. Peninjauan mencakup pengolahan bahan baku, produksi, pengemasan hingga produk jadi yang siap diekspor.

Pemeriksaan komoditas dilakukan sebelum pemasangan segel ekspor dengan disaksikan Karantina Indonesia dan Gubernur Sultra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....