Dua Titik Karhutla di Koltim Masih Terbakar, Tim Gabungan Dikerahkan
- 14 Sep 2026 08:48 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.
Hingga Sabtu sore, 12 September 2026, tim gabungan masih melakukan pemadaman di dua titik karhutla, masing-masing di Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae dan Desa Weamo, Kecamatan Tinondo.
Di Desa Lalosingi, pemadaman melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Koltim, Manggala Agni, tim dari PT Sari, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.

Berdasarkan laporan lapangan, api masih menyala hingga Sabtu sore. Personel gabungan terus melakukan pemadaman dan pengendalian untuk mencegah api meluas ke wilayah sekitar.
Penanganan serupa dilakukan di Desa Weamo, Kecamatan Tinondo. Tim yang diterjunkan terdiri dari TRC BPBD Koltim, BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara, personel Polsek Mowewe, Babinsa, serta pemerintah desa setempat.
Api di lokasi tersebut juga masih berkobar sehingga pemadaman terus dilakukan secara bersama-sama.
Data BPBD Koltim hingga periode pelaporan 11 September 2026 mencatat luas areal terdampak karhutla mencapai 273,5 hektare. Sementara luas areal terdampak kekeringan mencapai 1.886,57 hektare.
Pada September 2026, karhutla tercatat terjadi di Desa Loka, Kecamatan Tirawuta seluas 0,80 hektare, Desa Talodo, Kecamatan Ladolae seluas 24 hektare, Desa Lalosingi, Kecamatan Lalolae seluas 23 hektare, serta Desa Weamo, Kecamatan Tinondo seluas 20,25 hektare.
Pemkab Koltim mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.
Pemkab Koltim bersama BPBD dan unsur terkait akan terus melakukan pemantauan serta penanganan karhutla untuk melindungi masyarakat, lahan pertanian, perkebunan, dan kawasan hutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....