Pemprov Sultra Perkuat Upaya Cegah Stunting Melalui Aksi Bergizi di Bombana

  • 23 Jul 2026 07:43 WIB
  •  Kendari

RRI.CO.ID, Kendari – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka stunting melalui pelaksanaan Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi yang dipusatkan di SMA Negeri 07 Bombana, Desa Waemputang, Kecamatan Poleang Selatan, Selasa 21 Juli 2026.

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui edukasi gizi, pembiasaan pola hidup sehat, serta peningkatan kesehatan remaja usia sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. Andi Edy Surahmat, mengatakan Gerakan Aksi Bergizi merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi bersama Menteri Kesehatan mengenai pelaksanaan Aksi Bergizi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, program tersebut berfokus pada tiga intervensi utama, yaitu konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri usia 12 hingga 18 tahun, pembiasaan sarapan sehat, dan aktivitas fisik selama 30 menit secara rutin.

"Sekolah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga menjadi ruang untuk membentuk kebiasaan hidup sehat yang akan memberi manfaat bagi masa depan para peserta didik," kata Andi Edy Surahmat.

Ia menjelaskan, investasi di bidang kesehatan menjadi salah satu kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif dan mampu bersaing. Meski demikian, tantangan di bidang gizi masih cukup besar, mulai dari balita dengan gizi kurang, gizi buruk yang berpotensi menyebabkan stunting, hingga persoalan kekurangan gizi pada ibu hamil.

Data Sigizikesga (e-PPGBM) hingga Mei 2026 menunjukkan prevalensi stunting di Kabupaten Bombana mencapai 27,75 persen, tertinggi kedua di Sulawesi Tenggara setelah Kabupaten Buton Selatan. Sementara berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024, angka balita pendek dan sangat pendek di Bombana masih berada di angka 24,7 persen.

Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan tingginya angka stunting di Kecamatan Poleang Selatan yang mencapai 55,53 persen, sehingga wilayah itu diprioritaskan sebagai lokasi pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi.

Berbagai kegiatan dilakukan dalam program tersebut, mulai dari penyuluhan mengenai gizi seimbang, senam bersama, pemberian Tablet Tambah Darah kepada 100 siswi untuk mencegah anemia, peluncuran Kick Off Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi peserta didik, penandatanganan komitmen Gerakan Sekolah Sehat, hingga pemberian makanan tambahan bagi balita bergizi kurang dan ibu hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Andi Edy Surahmat menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh pihak dan tidak dapat dibebankan hanya kepada sektor kesehatan.

"Percepatan penurunan stunting memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, keluarga hingga masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat melahirkan generasi Sulawesi Tenggara yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting," ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua agar rutin memantau pertumbuhan anak di Posyandu, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, melengkapi imunisasi, serta membiasakan pola hidup bersih dan sehat. Sementara kepada para remaja, khususnya siswi, ia mengajak untuk rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah, menjaga pola makan bergizi, dan aktif berolahraga sebagai upaya mencegah anemia yang berisiko memengaruhi kesehatan pada masa depan.

Kegiatan Gerakan Cegah Stunting melalui Aksi Bergizi tersebut turut dihadiri Bupati Bombana Burhanuddin, unsur Forkopimda Kabupaten Bombana, Ketua TP-PKK Kabupaten Bombana, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, serta jajaran organisasi perangkat daerah terkait di Kabupaten Bombana.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....